in

Modifikasi Motor yang Dibolehkan Sesuai Aturan

Ilustrasi

Pameran modifikasi motor kerap dilakukan baik di Indonesia maupun di mancanegara. Namun, apakah kendaraan biasa yang dipakai sehari-hari dapat diubah sedemikian rupa, mulai dari bentuk hingga knalpot?

Dikutip dari Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan, disebutkan bahwa modifikasi kendaraan bermotor adalah perubahan terhadap spesifikasi teknis dimensi, mesin, dan/atau kemampuan daya angkut kendaraan bermotor.

Jika hendak memodifikasi kendaraan, Anda harus memiliki rekomendasi modifikasi dari agen tunggal pemegang merek. Modifikasi pun hanya boleh dilakukan oleh bengkel umum kendaraan bermotor yang ditunjuk oleh menteri yang bertanggung jawab di bidang industri.

Sebelum melakukan modifikasi, Anda pun harus melakukan izin terlebih dahulu kepada pihak terkait, dalam hal ini Kementerian Perhubungan.

Berdasarkan Pasal 277 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pihak yang melanggar dapat dikenakan sanksi pidana berupa pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah).

Pemberlakuan aturan modifikasi kendaraan tersebut dimaksudkan agar tidak membahayakan keselamatan pengendara dan orang lain saat berlalu lintas.

Di samping itu, juga tidak mengganggu arus lalu lintas, dan tidak merusak lapis perkerasan atau daya dukung jalan yang dilalui.

Kondisi motor yang digunakan untuk pemakaian sehari-hari harus sesuai dengan dokumen STNK dan BPKB. Apabila motor dimodifikasi dan tidak lagi sesuai dengan identitasnya pada STNK dan BPKB, maka pemilik kendaraan bisa kena denda.

Lantas, bagaimana modifikasi motor yang tidak melanggar hukum?

Modifikasi motor yang aman bisa dilakukan asalkan tetap sesuai dengan surat-surat kendaraan. Misalnya mengganti velg, ban yang sesuai ukuran asli, stang, tangki, lampu, atau menambah aksesori yang tentunya tidak mengganggu maupun mencolok.

Berikut aturan atau ketentuan modifikasi motor yang tidak melanggar hukum beserta uraiannya:

  1. Modifikasi yang tidak mengubah dimensi kendaraan

Hindari mengubah dimensi motor baik panjang, lebar, maupun volumenya. Sebaiknya dimensi motor sama dengan keterangan yang tertera di STNK dan BPKB.

  1. Modifikasi yang tidak mengubah rangka kendaraan

Setiap rangka motor sudah memiliki nomor seri yang tercatat dalam BPKB. Sebaiknya tidak melakukan perubahan rangka, apalagi tanpa memperhitungkan uji kelayakan sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan hingga kecelakaan.

Umumnya, rangka kendaraan yang diubah biasanya hanya digunakan untuk pameran atau kontes modifikasi.

  1. Modifikasi yang tidak mengubah kapasitas mesin

Kapasitas mesin yang dinaikkan biasanya digunakan untuk balapan. Sebaiknya tidak dilakukan untuk kendaraan sehari-hari karena membahayakan pengendara dan orang lain.

  1. Modifikasi yang tidak mengubah warna kendaraan

Jika warna kendaraan tidak sesuai dengan STNK dan BPKB, siap-siap untuk ditilang. Anda sebetulnya boleh menempelkan beberapa stiker yang sifatnya tidak dominan dan tidak mengganti warna dasar kendaraan.

  1. Modifikasi yang tidak mengganti knalpot kendaraan

Jika dibandingkan, lebih banyak dampak buruk knalpot modifikasi (racing) daripada knalpot bawaan pabrik.

Knalpot kendaraan yang diganti akan membuat mesin lebih cepat panas sehingga klep lebih cepat longgar. Alhasil, knalpot tersebut akan lebih sering mengeluarkan bunyi seperti ledakan.

Dampak buruk lainnya, kendaraan tersebut dapat menyebabkan polusi udara dan suara. Itulah alasan Undang-undang mengatur soal hal ini.

  1. Modifikasi yang tidak mengganti lampu

Aturan mengenai sistem lampu dan alat pemantul cahaya tertuang dalam PP No 50 tahun 2012.

Beberapa hal yang diatur di antaranya lampu posisi depan berwarna putih atau kuning muda, lampu posisi belakang berwarna merah, dan lampu isyarat peringatan bahaya berwarna kuning tua dengan sinar kelap-kelip.

Selain itu, posisi, tingkat cahaya, dan besaran lampu juga diatur dalam UU tersebut. Motor tanpa modifikasi sudah memenuhi peraturan tersebut.

Karena itu, jangan menggantinya dengan lampu warna lain dan cahayanya terlalu terang karena mengganggu pengendara lain.

  1. Tidak mengganti klakson

Klakson adalah komponen pendukung dari kendaraan. Syarat utama item ini yakni bunyinya tidak mengganggu konsentrasi pengemudi lain. Suara klakson paling rendah 84 desibel dan paling tinggi 118 desibel.

Dengan begitu, jika ingin melakukan modifikasi motor yang tidak melanggar hukum, Anda sebaiknya hanya melakukannya untuk perpanjangan atau pemendekan landasan tanpa mengubah jarak sumbu dan konstruksi kendaraan.

Kemudian, mengganti mesin dengan merek dan tipe yang sama, dan memodifikasi daya angkut dengan hanya menambah sumbu bagian belakang tanpa mengubah jarak sumbu aslinya.

Article by