in

Dampak Penggunaan Peredam Kabin Aftermarket Mobil

Peredam kabin mobil. Foto: Detik

Sistem peredam suara di kabin biasanya sudah disematkan langsung dari pabrikan. Tapi kadang ada pemilik kendaraan yang kurang puas dengan sistem peredaman itu, sehingga menggantinya dengan produk aftermarket. Ini kelebihan dan kekurangan pakai peredam kabin aftermarket di mobil.

Brand Manager Z3RO Solutions, Novia Hadi Putri, pemasangan peredam kabin aftermarket akan membuat bodi mobil jadi lebih rigid, sehingga mengurangi getaran-getaran di kabin.

“Sebenarnya ada dua jenis getaran, eksternal dan internal. Eksternal itu suara dari luar diterjemahkan sebagai gelombang suara, jadi getaran, karena dia nempel sama bodi. Nah itu diredam pakai peredam. Atau kalau internal itu suara mesin, suara dari seputaran mesin masuk ke kabin,” kata Novia.

Kelebihan lain peredam kabin aftermarket, jika dipasang di plafon, akan mengurangi panas dan suara berisik dari air hujan. Lantas kalau pasang di bawah atau lantai, bisa mengurangi road noise, getaran dari roda, dan sebagainya.

“Kemudian ada juga lapisan kedua, yang berguna untuk memberikan fokus pada suara. Misalnya pemasangan car audio atau upgrade speaker mobil dari produk aftermarket, suaranya akan jauh lebih fokus, karena mengurangi pantulan suara,” lanjut Novia.

“Kalau yang peredaman panas, dia mampu mengurangi panas secara signifikan di bagian kap mesin. Dan yang Vibrofilter tadi di bagian lantai, bisa untuk mengurangi suara deru mesin, khususnya mobil diesel,” sambungnya lagi.

Kekurangan Pasang Peredam Kabin Aftermarket

Menurut Novia, pemasangan sistem peredam di kabin mobil sudah pasti akan membuat bodi mobil jadi lebih berat. Tapi itu tidak menjadi masalah serius, sebab massa bodi rata. Peredam ditempatkan di seluruh permukaan dan dasar mobil.

“Berat tergantung, kami ada dari 1,5 mm sampai 2,3 mm, yang satu 1,5 mm itu kurang lebih beratnya enggak sampai 1 Kg per lembar. Misal kita ambil asumsi Brio 2018 itu kurang lebih kebutuhannya 35 lembar, misal dia pakai 1,5 mm, kurang lebih nambah 35 kg,” kata Novia.

“Tapi kan hanya 35 kg, diibaratkan ada orang ikut duduk, seperti anak kecil. Tapi bedanya dia berat distribusinya merata. Justru kalau mobil seperti LCGC dipasangi peredam, mobil bakal lebih mantap saat melaju di kecepatan tinggi, tidak oleng. Peredam ini bisa semakin berat kalau penggunaannya ekstrem, misal dia mau ikut kontes audio mobil ataupun harian,” terang Novia.

Kemudian yang juga perlu diperhatikan adalah perawatannya. Mobil yang sudah menggunakan sistem peredam kabin aftermarket, apalagi yang harganya puluhan juta rupiah, wajib menjaga mobilnya agar jangan sampai kena banjir.

“Yang pasti enggak boleh kena air. Kalau sudah kena banjir, kita enggak bisa apa-apain, harus dibongkar total. Karena kalau sudah kena banjir, itu semua lapisan dalam akan coklat, pada saat akan ditempel lagi, mau enggak mau harus dibersihkan supaya lebih menempel ke pelat mobilnya,” tukasnya.

Article by