in

Dampak Sering Tidak Sarapan, Metabolisme Melambat hingga Stres Melonjak

Ilustrasi sarapan. iStock.

Saat memulai hari dengan sarapan seimbang, mengandung banyak protein, karbohidrat sehat, dan campuran vitamin dan mineral yang tepat, tubuh bakal bekerja maksimal. Pada dasarnya, mengatur diri demi kesehatan fisik ideal, ketajaman mental, dan tingkat energi yang stabil.

Sebaliknya, saat melewatkan sarapan, ada risiko baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Berikut beberapa efek samping yang mungkin tidak diketahui saat melewatkan sarapan.

Metabolisme melambat

Pernah merasa tidak lapar walau sudah seharian tidak makan, tapi makan sedikit bikin merasa lapar lagi? Itu karena makan meningkatkan metabolisme untuk hari tersebut, menurut penelitian di The Journal of Nutrition. Mereka menyimpulkan bahwa sarapan sebagai makanan terbesar dalam sehari mencegah penambahan berat badan.

Merasa lebih lapar

Sarapan yang sehat tak hanya memberi energi dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk memulai hari, tapi juga bisa menstabilkan kadar gula darah untuk mencegah rasa lapar dan iritabilitas terkait sepanjang hari, kata Mary Stewart.

Penambahan berat badan

Studi menemukan bahwa makan sebagian besar kalori harian seseorang di pagi hari adalah cara terbaik menurunkan berat badan atau mempertahankan berat badan yang stabil. Di sisi lain, makan makanan yang lebih besar lebih dekat dengan waktu tidur berkorelasi dengan penambahan berat badan.

Rambut rontok

Kebiasaan melewatkan sarapan bisa menyebabkan rambut rontok. Itu karena asupan protein yang tak mencukupi di pagi hari membatasi kemampuan tubuh dalam memproduksi keratin, bahan pembangun rambut dan kuku.

Stres melonjak

Sebuah penelitian pada wanita berusia 18-45 tahun menunjukkan peningkatan kadar kortisol di antara orang yang melewatkan sarapan. Kortisol yang sering disebut “hormon stres. Hormon ini bisa menjadi bahan kimia alami yang vital, meningkatkan kandungan glukosa dalam aliran darah serta meningkatkan tingkat energi, rasa kesadaran, dan kemampuan tubuh untuk memperbaiki sel-sel yang rusak.

Article by