in

5 Hal Penting Dilakukan Pengendara Saat Perjalanan Jauh

Pengendara mobil

Pengendara seringkali dihadapkan dengan persoalan kemacetan, apalagi jika melakukan perjalanan jauh. Oleh karena itu, saat mengendarai kendaraan pribadi juga harus menyiapkan sejumlah hal.

Disadur dari keterangan resmi Auto2000, berikut beberapa hal penting yang wajib disiapkan sebelum melakukan perjalanan jauh.

  1. Pastikan Istirahat yang Cukup

Berkendara jarak jauh membutuhkan kondisi fisik yang prima. Usahakan tidur nyenyak minimal 6 jam sebelum mengemudi mobil supaya tubuh bugar.

Selama berkendara, sebaiknya kamu beristirahat setiap 2 jam sekali dan upayakan untuk tidur selama sekitar 30 menit di 2 jam kedua. Andai mengemudi melewati waktu 6 jam, usahakan agar ada sopir pengganti untuk mengurangi keletihan.

  1. Safety Driving

Ini merupakan cara mengemudikan mobil yang sesuai dengan mengikuti standar keselamatan agar meminimalisir risiko kecelakaan. Mulai dari persiapan mobil, kebugaran tubuh, posisi berkendara yang pas, mengemudikan kendaraan dengan benar, dan mematuhi etika berkendara dan aturan lalu lintas.

  1. Bikin Suasana Kabin Nyaman

Perjalanan panjang harus tetap menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga. Para pemudik bisa mengatur peletakan barang agar tidak mengganggu ruang gerak penumpang.

Atur pula kapasitas penumpang agar tidak melebihi ketentuan. Bawa makanan dan minuman yang memadai, terutama jika ada anak dan lansia.

  1. Perhitungkan Bahan Bakar dan Saldo E-toll

Bahan bakar yang selalu terisi penuh dan saldo e-toll yang cukup merupakan salah satu syarat agar pemudik dapat berkendara dengan tenang di jalan tol. Selain itu, isi penuh bensin saat berangkat dan tidak mengandalkan pom bensin di rest area kecuali terpaksa mengingat risiko penuh dan macet.

  1. Kendalikan Emosi

Jutaan orang yang bermobilitas di waktu yang bersamaan berpotensi macet dan menguras kesabaran. Maka dari itu harus tetap bisa mengelola emosi, supaya perjalanan tetap menyenangkan dan nyaman bagi keluarga tercinta. Kemudian tidak terprovokasi ketika ada pengemudi lain melakukan manuver berbahaya.

Article by