in

Teka-teki Segitiga Bermuda yang Angker Akhirnya Terjawab

Teka-teki Segitiga Bermuda yang angker akhirnya terjawab. Foto: Financial Express

Teori konspirasi mencoba merumuskan bermacam dugaan, termasuk UFO dan kabut listrik sebagai alasan di balik banyaknya orang yang hilang tersedot Segitiga Bermuda. Namun, misteri ini tetap belum terpecahkan.

Wilayah yang juga dikenal sebagai ‘Segitiga Setan’ ini selama puluhan tahun membuat para peneliti dan ilmuwan kebingungan. Mereka mencoba memberikan penjelasan logis.

Seorang ilmuwan dari Australia mengklaim telah memecahkan misteri itu. Menurut Dr Karl Kruszelnicki dari Sydney University, hilangnya pesawat dan kapal di Segitiga Bermuda adalah akibat dari cuaca buruk dan kesalahan manusia.

Dikutip dari Financial Express, Rabu (11/5/2022) penjelasan ini bertentangan dengan berbagai penyebab terkait kekuatan supernatural yang diyakini oleh sebagian besar orang.

Kruszelnicki pada tahun 2017 mengatakan, Segitiga Bermuda dekat dengan wilayah Bumi yang kaya, oleh karena itu lalu lintasnya padat.

Lebih lanjut, kata Kruszelnicki, menurut Lloyd’s of London dan US Coastguard, jumlah orang yang hilang di Segitiga Bermuda sama dengan di mana pun di dunia berdasarkan persentase. Jadi, sebenarnya bukan hal yang misterius atau aneh.

Hal ini menjelaskan salah satu peristiwa paling terkenal, yaitu hilangnya kapal Flight-19. Kruszelnicki mengatakan, peristiwa ini terjadi mungkin karena gelombang setinggi 15 meter menghantam Samudera Atlantik saat itu.

Flight-19 adalah penerbangan lima pesawat yang lepas landas dari Fort Lauderdale, Florida, Amerika Serikat pada tanggal 5 Desember 1945. Anggota Angkatan Laut AS berada dalam penerbangan pelatihan normal selama dua jam hari itu, ketika mereka kehilangan semua kontak dengan pangkalan tersebut.

Pesawat dan awaknya menghilang di udara tipis dan tidak ada puing yang pernah ditemukan. Kruszelnicki menambahkan bahwa satu-satunya pilot berpengalaman di Flight-19 adalah Letnan Charles Taylor. Ia diduga membuat human error yang menyebabkan tragedi itu.