in

Temuan Mikroorganisme Tanda Kehidupan di Planet Lain

Mikroorganisme yang hidup di lempengan besar dasar laut kuno di Teluk Persia. Foto: AFP

Mikroorganisme yang hidup di lempengan besar dasar laut kuno di Teluk Persia disebut dapat memberikan petunjuk terkait kehidupan di planet lain.

Para peneliti dari Arizona State University mempelajari daerah Samail Ophiolite yang terletak di lepas pantai Oman. Lempengan besar kerak samudera ini terbuat dari batuan vulkanik dan batuan ultrabasa dari mantel atas bumi.

Batuan ini menunjukkan proses geologi yang unik yang disebut serpentinisasi. Dalam proses ini, air bereaksi dengan batu untuk membuat gas hidrogen yang dioksidasi oleh mikroorganisme.

“Dipercaya bahwa proses seperti serpentinisasi mungkin ada di seluruh alam semesta, dan bukti telah ditemukan bahwa itu mungkin terjadi di bulan Jupiter Europa dan bulan Saturnus Enceladus,” ujar penulis utama studi, Alta Howells seperti dikutip Space, Selasa (17/5/2022).

Para peneliti menyelidiki mikroorganisme yang dikenal sebagai metanogen. Mikroorganisme ini menghasilkan metana dengan mengoksidasi gas hidrogen dengan karbon dioksida. Organisme ini adalah bentuk kehidupan sederhana yang kemungkinan berevolusi lebih awal di Bumi.

Dengan mempelajari keanekaragaman hayati ekosistem yang diinangi serpentinisasi dapat membantu para peneliti lebih memahami kemungkinan kehidupan di planet lain. Peneliti juga dapat mengembangkan instrumen yang dapat mendeteksi kehidupan di dunia laut luar Bumi.

Analisis cairan serpentinisasi yang ada di Samail Ophiolite mengungkapkan bahwa metanogen mungkin tidak didukung di semua ekosistem tempat serpentinisasi terjadi. Sebaliknya, organisme yang mengurangi sulfat untuk energi mungkin lazim. Namun, organisme ini tidak menghasilkan metana.

Para peneliti mengatakan wawasan ini akan terbukti membantu mengembangkan instrumentasi yang tepat untuk mencari kehidupan di luar Bumi.

“Kebutuhan energi sangat mendasar bagi semua kehidupan di Bumi. Jika kita dapat mengembangkan model sederhana dengan pasokan energi sebagai parameter untuk memprediksi kejadian dan aktivitas kehidupan di Bumi, kita dapat menerapkan model ini dalam studi dunia laut lainnya,” jelas Howells.