in

Rover Perseverance NASA Temukan Sampah di Mars, Ternyata Asalnya..

Ilustrasi Planet Mars. Foto: Shutterstock

Rover penjelajah Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Perserverance menemukan selembar sampah di Mars. Uniknya, sampah itu justru berasal dari bagian Perserverance sendiri.

Sampah ini diketahui adalah material termal yang digunakan NASA untuk melindungi pesawat antariksa Perseverance dari cuaca ekstrem saat melakukan perjalanan ke Mars serta saat memasuki atmosfer Mars.

“Tim saya telah melihat sesuatu yang tidak terduga: Ini adalah bagian dari selimut termal yang mereka pikir mungkin berasal dari tahap pendaratan saya, jet pack bertenaga roket yang membuat saya turun pada hari pendaratan saat tahun 2021,” tulis NASA dari akun rover Perseverance pada Rabu (15/6/2022) lalu.

Sebuah pertanyaan yang membayangi para astronom adalah bagaimana puing-puing seperti kertas perak (foil) dapat bergerak ke wilayah di Kawah Jezero Mars, sekitar dua kilometer dari tempat pendaratan di gurun Mars.

“Apakah potongan ini mendarat di sini setelah itu, atau tertiup angin ke sini?” tanya mereka.

Kendaraan penjelajah Perseverance mendarat di Mars pada Februari 2021. Dalam perjalanannya, pesawat ruang angkasa yang membawa rover membuang berbagai instrumen dan benda, termasuk pelindung termal, parasut supersonik, dan derek bertenaga roket yang berfungsi menurunkannya ke tanah, seperti dikutip Mashable.

Penemuan sampah di Mars ini perlu mendapat perhatian. Pada 1966, sejumlah negara menandatangani perjanjian soal eksplorasi dan penggunaan luar angkasa.

Melansir BGR, perjanjian ini pada dasarnya menyepakati eksplorasi ruang angkasa akan dilakukan untuk kepentingan bersama.

Perjanjian tersebut juga mengatakan semua pihak akan menghindari kontaminasi ruang dan benda langit yang berbahaya. Jelas, itu termasuk tidak membiarkan banyak sampah manusia menumpuk di Mars.

Meski demikian, banyak yang berpendapat perjanjian tersebut tidak cukup. Penemuan Perseverance ini mengonfirmasi setiap pesawat ruang angkasa yang kita letakkan di Mars, atau planet lain mana pun akan meninggalkan semacam sampah.

Di sisi lain, Mars menjadi salah satu planet utama yang menjadi obyek penelitian manusia. Melansir Space, manusia pertama kali mengirim wahana ke Mars pada 1965 bernama NASA Mariner 4 yang mengirim 21 foto dari Mars ke Bumi.

Total, NASA sudah mengirimkan 11 wahana ke Mars sejak misi tersebut. Selain NASA, ada wahan MARS 3 milik Uni Soviet yang mendarat pada 1973, wahana milik Badan Antariksa Eropa (ESA) pada 2003, Mars Orbiter Mission milik India (2014), dan Tianwen-1 milik China yang mendarat di Mars pada 2021.

Article by