in

Aksen Tom Hanks dalam Film Elvis Dinilai Kurang Sesuai Tokoh Aslinya

ASustin Butler dalam film Elvis. Foto: Deadline.

Penulis biografi Colonel Tom Parker, Alanna Nash, menilai aksen yang digunakan Tom Hanks dalam film Elvis tidaklah tepat dalam menggambarkan manajer Elvis Presley tersebut.

Bernama asli Andreas Cornelis van Kuijk, Colonel Tom Parker seorang imigran asal Belanda yang masuk ke Amerika Serikat secara ilegal pada 1929. Guna menutupi identitasnya, Parker menutupi latar belakangnya tersebut dengan menebalkan aksen Selatan dan mengaku sebagai pria asal Huntington, Virginia.

Parker lalu menjalani hubungan intensif dengan Elvis Presley pada 1955 sebelum resmi menjadi manajer dari ikon rock and roll tersebut. Kini, menurut penulis The Colonel: The Extraordinary Story of Colonel Tom Parker and Elvis Presley itu, aksen yang digunakan Tom Hanks sebagai Parker tidak mirip dengan aslinya.

“Tidak. (Tom Hanks) lebih ke Amerika, lebih ke pedalaman [Amerika]. Dan dia [Tom Hanks] terdengar cadel atau susah bicara,” kata Nash.

“Nyatanya dia Colonel Tom Parker tak memiliki gangguan bicara, dia hanya mencoba menyembunyikan aksen Belanda dalam bahasa Inggris, bergaya-Selatan,” lanjut dia.

“Terdengarnya seperti logat daerah Selatan yang aneh, dan kau akan mengetahui bahwa itu adalah aksen Belanda dengan mendengarkan konsonan tertentu,” kata mantan jurnalis musik tersebut.

Nash menilai, bahwa aksi Tom Hanks dalam Elvis tak lepas dari peran sang sutradara film biopik itu, Baz Luhrmann.

“Baz ingin membuat dia [Colonel Tom Parker] lebih ke ‘yang lain’. Atau seperti yang dibilang Baz ke saya dalam sebuah wawancara, ‘saya pikir ini amat penting bahwa Tom mewakili audiens dengan keanehan tertentu, macam ‘apa yang terjadi dengan orang ini?’,” Nash menjelaskan.