Gerhana bulan akan kembali menyambangi Indonesia di tahun 2022. Lalu, kapan itu terjadi? Peristiwa gerhana bulan di Indonesia akan terjadi pada 8 November 2022 mendatang dan bisa disaksikan di sejumlah daerah.
Peneliti di Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang mengatakan bahwa gerhana bulan dapat disaksikan di Indonesia, tapi puncaknya hanya bisa dilihat di beberapa daerah.
“Puncak (gerhana total) terjadi pukul 10.59.09 UT (17.59.09 WIB),” kata Andi dikutip dari Kompas.com, Kamis (7/7/2022).
Berikut detail waktu terjadinya fenomena gerhana bulan total:
Fase penumbra
Fase penumbra berdurasi 5 jam 53 menit 51 detik. Ini terjadi pukul 08.02.17 UT (15.02 WIB) hingga pukul 13.56.08 UT (20.56.08 WIB).
Fase parsial
Fase parsial memiliki durasi 3 jam 39 menit 50 detik, terjadi pukul 09.09.12 UT (16.09 WIB) hingga pukul 12.49.03 UT (19.49.03 WIB).
Fase total
Fase gerhana bulan total ini mempunyai durasi 1 jam 24 menit 58 detik, terjadi pukul 10.16.39 UT (17.16.39 WIB) hingga pukul 11.41.37 UT (18.41.37 WIB).
Wilayah dapat menyaksikan gerhana bulan
Fenomena puncak gerhana bulan total tidak dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia. Akan tetapi, setiap wilayah bisa menyaksikan fase-fase tertentu dari peristiwa astronomis ini. Dalam hal menyaksikannya, masyarakat tidak perlu menggunakan alat bantu apapun.
“Kecuali kalau mau mengabadikannya dengan lebih jelas dan detail, bisa memakai teleskop dan dipotret melalui okuler atau disambungkan dengan kamera CCD yang terhubung ke laptop atau PC,” jelas Andi.
Meski begitu, sebenarnya kamera DSLR maupun kamera ponsel biasa sudah cukup untuk mengabadikan momen puncak gerhana bulan total.
Adapun untuk daftar wilayah dan fase yang bisa disaksikan sebagai berikut:
– Kontak penumbra awal hingga penumbra akhir
Fase gerhana sejak kontak penumbra awal hingga penumbra akhir dapat disaksikan wilayah-wilayah berikut:
- Papua
- Papua Barat
- Halmahera (kecuali Halmahera Selatan atau Kepulauan Bacan)
- Seram Tengah
- Seram Timur
- Kepulauan Kai
- Kepulauan Tanimbar
- Kepulauan Aru
– Kontak awal sebagian hingga akhir penumbra
Sementara itu, kontak awal sebagian hingga akhir penumbra dapat disaksikan di wilayah berikut:
- Kepulauan Bacan
- Tidore
- Ternate
- Kepulauan Sula
- Pulau Buru
- Seram Barat
- Ambon
- Maluku Barat Daya
- Seluruh pulau Sulawesi
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Kalimantau Utara
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Selatan
- Kalimantan Tengah (kecuali Lamandau, Kotawaringin Barat dan Sukamara)
- Sebagian Kalimantan Barat (Kapuas Hulu, Sintang dan Melawi)
- Kabupaten Sumenep
- Kabupaten Situbondo
- Kabupaten Banyuwangi
– Kontak awal total hingga akhir penumbra
Sementara itu, beberapa wilayah berikut dapat menyaksikan fase kontak awal total hingga akhir penumbra:
- Sebagian Kalimantan Tengah (Lamandau, Kotawaringin Barat dan Sukamara)
- Kalimantan Barat (kecuali Kapuas Hulu, Sintang dan Melawi)
- Seluruh pulau Jawa (kecuali Kabupaten Sumenep, Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Banyuwangi)
- Riau dan Kepulauan Riau
- Sumatera Selatan dan Bangka Belitung
- Jambi
- Bengkulu (kecuali Bengkulu Utara dan P. Enggano)
- Lampung
– Puncak hingga penumbra akhir
Adapun sejak kontak puncak gerhana hingga penumbra akhir dapat disaksikan wilayah berikut:
- Aceh
- Sumatera Utara
- Sumatera Barat
- Bengkulu Utara
- Pulau Enggano
