in

Mitos Makan Buah dengan Kulitnya

Ilustrasi makan apel. Shutterstock.

Sejumlah orang menyukai makan buah langsung kulitnya. Misalnya makan apel, pir, anggur ataupun tomat. Hanya saja, beberapa orang cenderung mengupas kulit buah karena khawatir pestisida yang menempel di kulitnya.

Menurut dokter Tamika Sims yang juga Direktur Senior Komunikasi Teknologi Pangan di International Food Information Council (IFIC) Amerika Serikat, selama penggunaan pestisida pada kulit buah sesuai standar lembaga pengawas makanan berarti aman dikonsumsi.

Berikut tiga mitos makan buah dengan kulitnya yang coba diluruskan dokter Sims.

Makan Kulit Buah Berbahaya karena Paparan Pestisida
Ada banyak pembicaraan yang mengatakan bahwa makan kulit buah berisiko, yaitu karena potensi konsumsi pestisida. Dr. Sims menghentikan mitos ini. “Residu potensial pada produk dalam jumlah kecil yang tak terkait dengan efek kesehatan yang merugikan. Layanan Pemasaran Pertanian Departemen Pertanian AS telah mengeluarkan laporan yang mengonfirmasi bahwa keseluruhan residu kimia pestisida yang ditemukan pada makanan berada pada tingkat di bawah toleransi yang ditetapkan oleh Badan Perlindungan Lingkungan AS dan tidak menimbulkan masalah keamanan,” katanya.

Lebih Aman Makan Kulit Buah Organik
Mitos lain yang diluruskan oleh Dr. Sims adalah gagasan bahwa produk organik sepenuhnya bebas dari pestisida, dan dengan demikian kulitnya lebih aman untuk dimakan.

“Ini tak sepenuhnya benar. Baik produk konvensional dan organik ditanam dengan menggunakan pestisida. Produk konvensional dan organik menghadirkan cara yang sehat dan aman untuk mendapatkan nutrisi harian; tidak ada yang lebih aman atau lebih sehat daripada yang lain,” kata Dr. Sims.

Dr. Sims menegaskan bahwa manfaat dari mengonsumsi makanan dengan kulit yang dikupas atau tidak sangat lebih besar daripada potensi risikonya.

Kulit Buah adalah Sampah yang Harus Dibuang
Beberapa orang lebih menyukai rasa dan tekstur dari produk yang dikupas. Semuanya bagus. Dan beberapa resep meminta buah dan sayuran tanpa kulit. Tapi dalam banyak kasus, tidak perlu membuang kulit karena masalah keamanan. Seperti yang dijelaskan Dr. Sims, ada banyak cara untuk menggunakannya kembali—termasuk yang biasanya tidak Anda nikmati sendiri, seperti kulit lemon, limau, dan jeruk.

“Kulit jeruk sering dibuang, tapi bisa dijadikan manisan, digunakan sebagai hiasan minuman, atau ditambahkan ke infused water,” kata Dr. Sims

Article by