in

Kaitan Antara Gaya Busana Bohemian dan Budaya Hippie

Gaya Busana Bohemian. Instagram.

Menurut laman Britannica, gaya busana bohemian berhubungan dengan budaya hippie. Busana budaya hippie terkait tahun 1960-an. Sementara gaya bohemian tersusun atas beberapa elemen, yaitu kain bertema unsur alam, netral, pola retro, dan nuansa hangat. Tampilan busana bohemian cenderung mengesankan unsur yang rumit, namun memikat. Gaya bohemian dikenal juga dengan nama boho chic atau boho.

Gaya bohemian bukan sekadar tren mode semata. Bohemian juga menjadi alternatif dari cara berpakaian tradisional yang lebih bebas, dan sikap sosial terhadap sesuatu. Bohemian juga merujuk istilah rasa gaya eksotis karena dihubungkan dengan seniman, penulis, dan intelektual eksentrik pada 200 tahun silam.

Muasal penamaan bohemian
Penamaan bohemian pertama kali di akhir abad ke-18, selama Revolusi Prancis. Kala itu, iklim sosial dan ekonomi para seniman, penulis kreatif sama-sama berada dalam keterpurukan. Karenanya, mereka mulai mengenakan pakaian yang sudah bekas dan usang.

Pada saat itu, ada anggapan umum mereka yang terpuruk secara ekonomi berpakaian layaknya gipsi nomaden berasal dari Balkan, Eropa Timur, tepatnya di wilayah yang disebut Bohemia. Bohemian menjadi sinonim dengan budaya yang terkait ekspresi artistik, kreativitas, dan mengabaikan konstruksi sosial dan estetika arus utama.

Seiring perkembangan waktu, gaya kaum bohemian mengalami kemajuan. Hal tersebut membuat mereka menjadi bagian dalam gerakan estetika. Para pengikut gerakan estetika ini menganut gaya hidup dan pakaian baru yang longgar, sulaman tangan, dan desain abad pertengahan.

Pada abad 20, desainer mulai membawa gaya bohemian ke tingkatan lain. Para desainer itu ialah William Morris dan lainbn Paul Poiret.

Budaya hippie
Pada 1960-an, gerakan bohemian mengubah definisi mode dalam makna baru. Makna baru tersebut berhubungan dengan penolakan gaya konvensional yang dilakukan kaum hippie. Mereka menolak semua dari nilai arus utama sampai materialisme, institusi hingga konstruksi sosial mapan.

 

Article by