in

Petunjuk Mengetahui Odometer Mobil Bekas Sudah Direset

Ilustrasi odometer odometer dan takometer. Foto: Shutterstock

Bagi yang memiliki keterbatasan budget namun ingin memiliki mobil, mobil bekas merupakan alternatif bagi kamu. Namun, ketika membeli mobil bekas, kamu tetap lebih jeli dan teliti supaya bisa mendapat yang kualitasnya bagus.

Salah satu yang bisa menjadi pertimbangan adalah jarak tempuh. Mobil dengan jarak tempuh minim biasanya lebih diincar.

Namun perlu diketahui, odometer alias jarak tempuh pada layar MID itu bisa direset sehingga jadi kecil lagi. Untuk itu, kamu yang mau membeli mobil bekas patut waspada.

Nah, supaya nggak kecele berikut petunjuk mengetahui ciri-ciri mobil yang sudah odometer reset seperti dikutip dari laman Daihatsu Indonesia.

  1. Cek Kondisi Ban

Ban bisa menjadi satu parameter untuk mengecek apakah odometer sudah direset atau belum. Kalau odometernya rendah, sejatinya mobil masih menggunakan ban bawaan dari pabrikan. Nah kamu bisa mengecek soal ban bawaan dari pabrikan itu.

Pasalnya, ada beberapa penjual mobil bekas yang lebih dulu mengganti ban untuk meyakinkan kalau jarak tempuhnya masih rendah. Kamu juga bisa mengecek ketebalan ban.

  1. Perhatikan Kondisi Pegangan Setir

Setir juga bisa menjadi acuan. Perhatikan apabila kondisinya masih bagus atau sudah kusam. Kalau mobil dengan odometer rendah kemungkinan jarang dipakai sehingga setir lebih mengkilap.

Bila kondisinya sudah kusam dan justru terlihat retak dan odometer rendah, besar kemungkinan itu sudah direset.

  1. Cek Riwayat Servis Mobil

Ini merupakan cara paling ampuh untuk mengetahui kepastian mobil sudah mengalami odometer reset atau belum. Kamu bisa mengecek riwayat servis mobil. Kalau pemilik mobil rajin, sudah pasti riwayat servis mobil tercatat dengan baik. Dari riwayat itu juga bisa terlihat seberapa jauh jarak tempuh mobil.

Di sisi lain, dengan riwayat servis ini kamu juga bisa mengecek bagaimana kondisi mobil selama di tangan pemiliknya. Sudah berapa kali mengalami perbaikan dan juga hal lainnya.

Article by