in

Menarik, Pawai Alegoris Yogyakarta 2022 Dikemas Istimewa

Pawai Alegoris Harmoni Jogja. (YouTube Dinas Pariwisata Yogyakarta)
Pawai Alegoris Harmoni Jogja. (YouTube Dinas Pariwisata Yogyakarta)

Gelaran Pawai Alegoris Yogyakarta sebagai salah satu agenda wisata yang memasuki penyelenggaraan tahun kedua akan dikemas lebih istimewa. Pasalnya, pawai tidak digelar di jalan layaknya pawai lainnya tetapi menyusuri sungai dengan rakit.

“Kami akan menggelar kegiatan ini di Sungai Gajah Wong, dari Legawong hingga ke Dermaga Cinta sebagai panggung utama,” kata Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Andrini Wiramawati di Yogyakarta, Kamis (14/7/2022).

Pawai alegoris yang pada tahun ini mengusung tema “harmony of patirtan” tersebut akan digelar pada Sabtu (16/7) dimulai pukul 15.00 WIB.

Nantinya, seniman yang terlibat dalam pawai yang menampilkan ragam atraksi seni dan budaya tersebut akan menaiki rakit dan menyusuri Sungai Gajah Wong sepanjang sekitar satu kilometer kemudian tampil di panggung yang sudah disiapkan.

“Ada banyak tantangan dalam memastikan pawai ini berjalan baik dan lancar serta aman bagi seniman pengisi acara hingga penonton,” katanya.

Terlebih, lanjut dia, penyelenggaraan pawai secara langsung baru digelar untuk pertama kalinya karena pawai alegoris pertama pada 2021 digelar secara hybrid.

Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta pun bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan keamanan dan keselamatan seniman serta penonton, di antaranya dengan BPBD Kota Yogyakarta dan Bumi Mataram Rescue.

Sedangkan lokasi pawai dipilih dengan harapan mampu mengenalkan destinasi wisata tersebut secara lebih luas.

“Jika di Yogyakarta bagian utara dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan Wayang Jogja Night Carnival yang sudah masuk dalam kalender pariwisata, maka kami pun berharap pawai alegoris yang digelar di Yogyakarta bagian selatan ini nantinya juga masuk kalender wisata,” katanya.

Sementara itu, Tim Kreatif Pawai Alegoris 2022 Hendi menyebut akan ada total 10 rakit yang menyusuri sungai saat pawai berlangsung.

Setiap rakit memiliki lebar 2,5 x5 meter persegi dan akan diisi tiga hingga lima penampil untuk memastikan rakit tidak kelebihan beban dan muatan.

“Ada beberapa titik sungai yang dangkal tetapi ada pula yang dalam. Kami harus memastikan keselamatan semuanya,” katanya.

Ia berharap, pawai alegoris yang digelar di Dermaga Cinta Sungai Gajah Wong tersebut mampu membangkitkan pariwisata di wilayah dan nantinya pelaku wisata di wilayah setempat bisa semakin mandiri.

“Pawai ini merupakan bentuk promosi wisata bagi destinasi-destinasi yang membutuhkan sentuhan untuk promosi mengenalkan potensi wisata yang dimiliki,” tukasnya.

 

Article by