in

Manfaat dan Cara Berdialog dengan Diri atau Self Talk

Ilustrasi berbicara pada diri sendiri. Foto: Pexels.

Dialog internal (self talk) merupakan hal wajar yang bermanfaat untuk kesehatan mental. Merujuk publikasi Optimism and its Impact on Mental and Physical Well-being, Self-Talk, dipengaruhi pikiran bawah sadar. ttu mengungkapkan pikiran, pertanyaan, keyakinan, dan ide.

Dialog internal bisa berbentuk negatif dan positif karena bisa menyenangkan hati dan menyusahkan. Dialog internal tergantung kepribadian diri. Jika seseorang optimistis, dialog internal mungkin penuh harapan positif. Sebaliknya, jika pesimis maka dialog internal akan cenderung tak ada harapan baik.

Berpikir positif dan optimisme berguna untuk manajemen stres yang efektif untuk manfaat kesehatan. Self-talk juga belajar mengelola dialog batin. Dialog internal meningkatkan kinerja dan ketenteraman secara umum. Misalnya, dialog internal membantu atlet terhadap kinerjanya dengan daya tahan atau kekuatan.

Manfaat dialog internal antara lain, meningkatkan kepuasan hidup dan fungsi kekebalan tubuh Mengurangi risiko gangguan kesehatan fisik dan masalah jantung.

Publikasi Optimism and Physical Health: A Meta-analytic Review menunjukkan, orang yang berdialog internal positif memiliki pengendalian mental yang memungkinkan untuk memecahkan masalah, berpikir secara berbeda, dan efisien dalam mengatasi kesulitan atau tantangan. Itu bermanfaat untuk menghindari efek berbahaya dari stres dan kecemasan.

Cara berdialog internal yang positif
Sebelum belajar berbicara dengan diri sendiri, sebaiknya mencermati dulu pemikiran negatif. Biasanya ada empat hal negatif yang menjadi tantangan saat berdialog internal.

1. Menyalahkan diri sendiri

2. Berfokus aspek negatif dari suatu situasi, mengabaikan setiap hal yang positif.

3. Menuruti pikiran buruk, sehingga jarang membiarkan logika atau alasan membujuk sebaliknya ke pandangan yang lebih baik

4. Melihat dunia dalam hitam, putih atau baik, buruk. Cara pandang seperti itu cenderung menutup jalan tengah untuk memproses peristiwa dalam kehidupan.

Article by