in

5 Mitos Terkenal tentang Kucing, Ketahui Faktanya

Kucing. Foto: Pawesomecats

Kucing kerap disebut sebagai hewan yang misterius dan memiliki kepribadian unik. Tak heran, beberapa pemilik kucing salah memahaminya.

Selain itu, kucing sering dikaitkan dengan beberapa hal mitos dan takhayul, salah satunya memiliki sembilan nyawa dalam hidupnya.

Terkait hal tersebut, dokter hewan di Purina, Callie Harris membagikan beberapa mitos tentang kucing dan memverifikasi kebenarannya seperti berikut yang dikutip dari Martha Stewart. Berikut lima di antaranya yang paling terkenal:

  1. Suka menyendiri

Banyak yang beranggapan bahwa kucing hewan peliharaan yang suka menyendiri. Padahal, itu tidak benar. Banyak pemilik kucing yang menyebut sahabat bulu membalas kasih sayangnya.

Kucing peliharaan akan berpelukan dengan pemiliknya, mendengkur saat dibelai, dan menunjukkan tanda-tanda kasih sayang lainnya.

“Banyak orang membandingkan kepribadian kucing dengan anjing. Saya suka berbagi bahwa kucing bukan anjing kecil. Kucing lebih mandiri di alam dibanding anjing, ini sering membuat orang berpikir kucing itu penyendiri,” jelas Harris.

  1. Wanita hamil harus menghindari kucing

Hal satu ini hanya sebagian benar. Karena kemungkinan kecil tertular toksoplasmosis melalui kontak dengan kotoran kucing, ibu hamil perlu menghindari kucing.

Kotoran kucing dapat menularkan penyakit zoonosis—penyakit pada binatang yang dapat ditularkan kepada manusia.

Untuk itu, Harris menyarankan bagi ibu hamil memiliki orang lain di rumah yang mengelola kotak pasir kucing. Jika ini tidak mungkin, wanita hamil harus mengenakan sarung tangan untuk perlindungan kapan saja.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, kucing yang hanya berada di dalam ruangan tidak mungkin terinfeksi parasit ini, terutama jika tidak berburu hewan pengerat seperti tikus.

  1. Alergi kucing disebabkan bulunya

Sebanyak satu dari lima orang dewasa di seluruh dunia adalah sensitif terhadap alergen kucing yang dapat menghentikan mereka untuk mengadopsi.

“Banyak orang berpikir bahwa bulu kucing adalah masalahnya, tetapi sebenarnya alergen utama kucing yang disebut Fel d 1, protein yang diproduksi kucing secara alami dalam air liur mereka,” imbuhnya.

Protein itu diproduksi semua kucing tanpa memandang ras, usia, jenis kelamin, berat badan atau panjang bulu.

Saat merawat kucing, Fel d 1 dapat masuk ke rambut dan kulit melalui air liur, yang akhirnya masuk ke lingkungan Anda.

  1. Kucing adalah hewan nokturnal

Ketika kucing suka berkeliaran setelah gelap dan tidur siang hampir sepanjang hari, tidak heran banyak orang sering berpikir kucing adalah hewan nokturnal atau beraktivitas pada malam hari.

“Beberapa kucing menunjukkan jumlah aktivitas lebih tinggi pada malam hari, tetapi secara teknis dianggap krepuskular, yang berarti aktivitas puncak mereka terjadi saat fajar dan senja.”

Hanya karena kucing dijinakkan di dalam ruangan tidak berarti naluri alami mereka hilang. Tidur pada siang hari adalah cara kucing menghemat energi untuk berburu dan bermain.

  1. Kucing memiliki sembilan nyawa

Kucing bisa mendarat dari ketinggian tanpa terluka. Hal ini sering membuat orang beranggapan bahwa kucing memiliki sembilan nyawa.

“Kucing dapat hidup sehat untuk waktu lama, terutama ketika diberi makanan pertumbuhan yang lengkap dan seimbang sebagai anak kucing, kemudian beralih ke makanan pemeliharaan dewasa,” ujarnya.

Jadi, kepercayaan kucing memiliki sembilan nyawa adalah mitos. Kucing dapat hidup di mana saja hinggda 15-30 tahun, tergantung pada genetika, kesehatan umum, dan perawatan di rumah.

Article by