in

Italia, Prancis dan Spanyol Minta Google Bantu Biaya Telekomunikasi

Ilustrasi Google. Foto: Screenshot via Google

Negara Italia, Prancis, dan Spanyol meminta Komisi Eropa mengeluarkan aturan yang memungkinkan perusahaan teknologi besar ikut menanggung biaya pembangunan infrastruktur telekomunikasi. Perusahaan teknologi besar yang dimaksud yakni seperti Google, Meta, dan Netflix.

Permintaan dari tiga negara itu tercantum dalam sebuah dokumen yang ditunjukkan pada Senin (1/8) waktu setempat. Ini adalah kali pertama pemerintah dari tiga negara tersebut menyatakan posisi mereka dalam isu tersebut.

Regulator Uni Eropa (EU) pada Mei telah menganalisa kemungkinan Google, Meta, dan Netflix ikut menanggung biaya peningkatan jaringan telekomunikasi di tiga negara itu.

Dalam dokumen gabungan yang diperlihatkan kepada Reuters, tiga pemerintahan tersebut mengatakan enam penyedia konten terbesar itu adalah pemilik 55 persen arus (traffic) di internet.

“Hal itu membuat biaya spesifik bagi operator telekomunikasi di Eropa dalam hal kapasitas, di saat mereka telah berinvestasi dengan masif di bagian yang paling mahal dari jaringan yakni 5G dan Fiber-To-The-Home,” demikian salah satu cuplikan dokumen tersebut, dikutip dari South China Morning Post.

“Kami meminta proposal legislatif…memastikan semua pemain di pasar berkontribusi terhadap biaya infrastruktur digital,” lanjut dokumen tersebut.

Pemerintah dari masing-masing negara tersebut telah mengofirmasi soal kebenaran dokumen itu.

Sebelumnya menurut sebuah studi yang dirilis ETNO, grup penyedia jaringan telekomunikasi Eropa, mengatakan, kontribusi 20 milyar euro per tahun dari para raksasa penyedia konten bisa memberikan peningkatan sebesar 72 milyar euro sekitar Rp304 triliun bagi ekonomi di Uni Eropa.

Namun para aktivis memperingatkan, desakan agar penyedia konten membayar bisa mengancam netralitas Uni Eropa. Para aktivis takut, netralitas itu ikut terpengaruh karena perusahaan penyedia konten tersebut telah membantu membayar infrastruktur telekomunikasi.