in

Teleskop NASA Berhasil Tangkap Gambar Paling Jelas dari Galaksi Terjauh

Pesawat luar angkasa James Webb. Foto: NASA

Akhir-akhir ini, lensa gravitasi ini menjadi populer ketika Teleskop James Webb milik Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) menangkap gambar paling jelas dari galaksi terjauh.

Lensa gravitasi merupakan istilah yang disematkan untuk cahaya yang tertarik gaya gravitasi dari obyek besar di semesta. Tarikan gaya gravitasi tersebut bisa mendistorsi atau membengkokan cahaya, sebagaimana dikutip dari Science.

Lensa gravitasi yang kuat bisa membuat cahaya sangat bengkok sehingga memunculkan banyak foto galaksi yang memancarkan cahaya. Sementara, lensa gravitasi yang lemah menghasilkan galaksi yang terdistorsi, merenggang, atau membesar.

Meskipun sulit untuk mengukur sebuah galaksi secara individu, galaksi yang menjadi klaster bersamaan akan memuculkan pola lensa gravitasi yang sama. Analisa karakter pola lensa gravitasi menunjukkan kepada para astronom soal material gelap didistribusikan di antara galaksi dan jaraknya dari Bumi.

Metode itu menyediakan sebuah penyelidikan untuk menginvestigasi baik struktur perkembangan di semesta dan ekspansi di dalamnya.

Sementara itu, mengutip Hubble Site, lensa gravitasi bisa muncul dalam bentuk sederhana atau kompleks. Lensa gravitasi yang sederhana terjadi ketika terdapat konsentrasi material tunggal di titik pusat, seperti inti yang padat dari sebuah galaksi.

Cahaya dari galaksi yang jauh melingkari inti material tersebut, yang biasanya memproduksi banyak foto dari galaksi yang menjadi latarnya.

Ketika lensa gravitasi itu simetris, sebuah lingkaran sempurna atau nyaris terbentuk. Lingkaran itu kemudian disebut Einstein Ring.

Teleskop James Webb berkat kecanggihannya membantu banyak kemunculan Einstein Ring itu diketahui oleh para astronom.

Sementara itu, lensa gravitasi yang lebih kompleks muncul lewat observasi klaster galaksi berukuran besar. Ketika distribusi material di klaster tersebut punya titik pusat, material tersebut tidak pernah simetris melingkar dan bisa sangat kental.

Para galaksi yang menjadi latar kemudian mendapat efek lensa gravitasi dari kluster galaksi besar tersebut dan tampilan mereka biasanya pendek, menipis di sekitar klaster tersebut.

Karena galaksi-galaksi yang sangat jauh itu biasanya samar, lensa gravitasi melebarkan jangkauan Teleskop Hubble menjadi lebih dalam ke semesta. Lensa gravitasi tak hanya mendistorsi gambar dari galaksi yang menjadi latar, melainkan meluaskan cahayanya.

Teleskop James Webb pun dapat melihat galaksi yang lebih samar dan lebih jauh daripada yang mungkin sebelumnya. Analogi sederhananya adalah seperti memiliki lensa tambahan seukuran kluster galaksi tersebut.

Berkat kecanggihannya, Teleskop Hubble sendiri menghasilkan foto jernih dari gugus galaksi terjauh yang disebut SMACS 0723. Tampilan klaster galaksi SMACS 0723 adalah perwujudannya pada 4,6 miliar tahun yang lalu, karena jarak galaksi tersebut dengan teleskop adalah 4,6 miliar tahun cahaya.

Dikutip dari Constellation Guide, gugus galaksi yang bernama lain SMACS J0723.3-7327 ini terletak di konstelasi selatan Volans (Ikan Terbang) yang berjarak 4,24 miliar tahun cahaya dari Bumi.

Gambar bidang dalam SMACS 0723 mencakup area hanya 2,4 menit busur (arcminute, satuan derajat lingkaran). Posisi koordinatnya ada pada asensio rekta (right ascension) 07 jam 23 menit 19,5 detik, dan dengan sudut deklanasi -73° 27′ 15.6″.

Article by