in

Gejala Burung Peliharaan Lagi Tidak Sehat

Burung peliharaan. Foto: Pixabay

Para pencinta binatang peliharaan tentu tidak pernah lepas dari memelihara burung. Burung merupakan hewan peliharaan yang sensitif dan cerdas. Burung juga dianggap pandai menyembunyikan perasaannya sehingga sulit mengetahui rasa sakit yang dialaminya.

Tidak sedikit pemilik burung baru tidak mengetahui perasaan dan gejala penyakit yang dialami hewan bersayap ini. Untuk itu, penting bagi pemilik burung peka terhadap perasaan dan gejala sakit pada burung.

Meski burung mencoba menyembunyikan gejalanya, perhatikan baik-baik aktivitas, perilaku, dan sikap umum burung sehari-hari. Tanda-tanda ini penting diperhatikan guna memberikan perawatan dan pertolongan cepat pada burung.

Berikut beberapa tanda umum burung peliharaan mengalami sakit sebagaimana dirangkum dari The Spruce Pets.

  • Mengacak-acak bulu dan penurunan berat badan

Burung yang duduk dengan bulu mengembang untuk waktu lama sering terkena masalah pernapasan atau gangguan lainnya.

Bulu yang acak-acakan juga dapat menyembunyikan penurunan berat badan, yang dapat mengancam jiwa burung.

Jika mengamati perilaku ini pada burung lebih dari satu hari atau lebih, segera membawa ke dokter hewan. Penurunan berat badan dapat merusak kesehatan burung serta penghambatan fungsi organ.

Timbang burung secara teratur sehinggaa tahu apakah burung peliharaan mengalami kesulitan mempertahankan berat badannya.

  • Bulu kotor

Burung pada dasarnya adalah hewan higienis yang sering mandi dan merapikan bulunya setiap hari agar tetap bersih.

Jika melihat bulu di sekitar wajah atau pantat burung tampak berantakan atau saling menempel, itu bisa jadi indikasi atau tanda burung sedang sakit.

Pantau konsumsi makanan dan kotoran burung dengan cermat selama satu hari atau lebih, catat setiap perubahan, dan sampaikan informasi ini pada dokter hewan Anda.

  • Pernapasan mulut terbuka

Masalah pernapasan adalah salah satu penyakit burung yang paling umum dan paling serius.

Jika melihat burung bernapas dengan mulut terbuka saat sedang beristirahat, ada kemungkinan besar burung sudah cukup lama mengalami sakit. Ini memerlukan perhatian dokter hewan segera dan perawatan intensif.

  • Nafsu makan burung berkurang

Selama memelihara burung, Anda tentu memperhatikan nafsu makannya. Burung memiliki metabolisme sangat tinggi.

Jadi, sangat penting bagi burung mendapatkan nutrisi yang cukup setiap harinya. Jika burung berhenti makan dan mulai kehilangan berat badan, itu mungkin merupakan tanda penyumbatan usus atau impaksi.

Hal ini bisa mengancam keselamatan burung dengan sangat cepat tanpa perhatian medis. Pastikan membersihkan bagian bawah kandang burung setiap hari sebelum memberi burung makan. Hal ini cara mudah memantau konsumsi makanan burun serta perubahan kotoran.

  • Kotoran burung

Tentu bukan tugas menyenangkan untuk memantau kotoran burung, tetapi ini dapat dengan jelas menunjukkan bahwa ada sesuatu yang salah.

Meski warna kotoran burung mungkin sedikit berbeda, tergantung dari apa yang dikonsumsi burung, Anda harus memperhatikan kotoran burung bila berwarna kuning, cokelat berkarat, atau hitam pekat.

Warna tersebut bisa menjadi indikator pendarahan internal atau masalah serius lainnya. Begitu juga perhatikan tekstur kotoran burung. Apakah terlalu berair atau keras. Hal ini menyebabkan komplikasi pada burung peliharaan.

  • Cera dan mata merah, meradang, atau berair

Cera adalah penutup berdaging yang menahan lubang hidung terletak di atas paruh burung. Perhatikan baik-baik cere burung Anda.

Jika melihat ada kemerahan, peradangan, atau kotoran, ada kemungkinan besar burung peliharaan sakit parah. Pastikan menjaga burung tetap terbungkus dan hangat dalam perjalanan ke dokter hewan.

Begitu juga apabila mata burung terlihat keruh atau ada kotoran yang keluar, burung bisa jadi terkena gangguan pernapasan, saraf, atau otot.