in

Ilmuwan Sebut Kepunahan Massal di Bumi Terjadi Tiap 27 Juta Tahun

Ilustrasi kepunahan massal. (Pixabay)
Ilustrasi kepunahan massal. (Pixabay)

Tak ada kehidupan di bumi ini yang begitu kekal. Para ilmuwan percaya, sebuah malapetaka mampu memusnahkan semua kehidupan di planet terjadi tiap 27 juta tahun sekali.

“Setidaknya, dalam kurun 500 juta tahun terakhir, telah terjadi ledakan yang menyebabkan kepunahan setiap 27 juta tahun,” kata Richard Bambach, seorang paleontologis dari Smithsonian Institute, dikutip dari Telegraph.

Pendapat Richard tersebut, diamini oleh rekannya, yakni Adrian Melott, di mana merupakan seorang astrofisikawan dari University of Kansas, Amerika Serikat.

Periodik kepunahan massal telah diungkapkan sebelumnya, mereka mengatakan jika saat itu Matahari terlihat sangat besar, dan planet yang gelap mengorbit setiap 27 juta tahun.

Kemudian, menghadirkan hujan komet keluar dari awan Oort menuju pinggiran sistem Tata Surya dan mengirimkan komet-komet itu hingga menabrak Bumi. Hipotesis ini disebut ‘Nemesis’.

Kendati demikian, keteraturan skala waktu kepunahan yang dipaparkan kedua ilmuwan ini dianggap berlebihan. Waktu 500 juta tahun telah diteliti lebih jauh oleh Dr Melott dan Dr Bambach, di mana mencapai hampir dua kali lipat dibanding penelitian sebelumnya.

Hal ini, dikarenakan dalam 500 juta tahun terakhir, matahari berada cukup dekat dengan objek lainnya. Tarikan gravitasi dari bintang-bintang ini bakal memengaruhi orbit Nemesis dan menyebabkan kehilangan siklus regular 27 juta tahun.

Kepunahan yang dimaksud dapat berupa bencana dan malapetaka, memusnahkan mayoritas spesies di Bumi, dari yang kecil hingga yang besar, dan lebih dulu menghancurkan 10 persen spesies yang ada secara bertahap.

Artinya, bencana itu akan datang secara bertahap dan memusnahkan mulai dari 10 juta tahun kedua hingga mencapai 27 juta tahun dari kepunahan massal sebelumnya. Namun, para ilmuwan mengatakan jika hal itu bukanlah hal yang harus dikhawatirkan saat ini, apalagi disikapi dengan kepanikan.

Musababnya, kepunahan massal yang terjadi sebelumnya telah berlangsung sekitar 10 juta tahun lalu, sehingga masih banyak waktu untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi kembali.