in

Tips Merawat Tanaman Hias Ara Biola

Ara biola. Foto: Haibunda.com.

Ketapang biola atau fiddle leaf fig (Ficus lyrata) atau yang lebih familiar dikenal dengan nama tanaman hias ara biola adalah salah satu jenis tanaman hias yang digemari oleh banyak kalangan di masyarakat.

Tanaman ara biola biasanya digunakan sebagai tanaman hias indoor atau dalam ruangan karena memberikan aksen aksitektural yang kuat. Keunikan dari tanaman ini terletak di daunnya yang berbentuk seperti biola pun menarik perhatian.

Tidak cuma itu, ara biola juga bisa tumbuh cukup tinggi, sehingga mampu memperkuat dekorasi rumah Anda.

Untuk Anda yang ingin merawat tanaman ara biola dan menjadikannya pelengkap dekorasi rumah, berikut caranya, seperti dirangkum dari HGTV.

  • Pilih lokasi

Pilihlah lokasi yang tepat untuk menempatkan tanaman ara biola di dalam rumah. Tanaman tropis ini tidak menyukai angin, jadi pilihlah area yang tidak langsung menghadap atau berdekatan dengan pintu ke luar rumah, jendela berangin, atau dekat ventilasi udara.

Ara biola juga tumbuh dengan pesat dalam kondisi cahaya matahari tidak langsung namun sangat terang. Ketika menyiram ara biola setiap seminggu sekali, sedikit putar tanaman sehingga menerima sinar matahari yang sama dan tidak mencondongkan tubuhnya ke arah sumber cahaya.

Perlu diperhatikan juga, proses relokasi dari toko tanaman ke rumah Anda bisa membuat tanaman ara biola mengalami stres, yang tidak akan terlihat dalam satu atau dua bulan pertama. Jika daun mulai terlihat cokelat atau layu di akhir bulan pertama, periksa untuk memastikan tanaman tidak terlalu banyak air dan mendapatkan cukup sinar matahari.

  • Daun kotor dan kelembaban

Jika daun tanaman ara biola baru Anda tertutup noda air dan debu, ambil kain lembab dan seka setiap daun dengan lembut. Tidak perlu menggunakan minyak kelapa, sebab cara ini sebenarnya bisa membuat daun mati lemas seiring berjalannya waktu.

Terus bersihkan daun seperti ini setiap bulan untuk mencegah tungau laba-laba dan hama lainnya dan ara biola Anda akan tampak bagus dengan daun yang berkilau.

Ara biola berasal dari hutan hujan tropis dan tumbuh subur di lingkungan yang hangat dan lembab. Sebagian besar rumah memiliki kelembaban sekitar 40 persen, tetapi jika rumah Anda berada di sisi yang kering, semprotkan tanaman sekitar sekali seminggu.

  • Penyiraman dan drainase

Siram tanaman ara biola setiap seminggu sekali atau 10 hari sekali. Ara biola berasal dari hutan hujan tropis, sehingga terbiasa menghadapi kondisi banjir besar dengan musim kering di antaranya.

Saat Anda menyiram tanaman ara biola, cara terbaik adalah menyiramnya hingga tanah tanaman terendam air hingga menyerap dan menetes, lalu biarkan mengering sepenuhnya di antara penyiraman.

Ada dua cara penyiraman tanaman ara biola. Pertama, keluarkan tanaman ke halaman atau kamar mandi, sirami dan biarkan menetes selama satu atau dua jam, lalu bawa masuk kembali.

Cara kedua adalah pasang tanaman berdiri di atas nampan tetes. Metode apa pun yang Anda pilih, pastikan akarnya tidak tergenang air untuk waktu yang lama.

Untuk mengetahui kapan Anda harus kembali menyiram tanaman ara biola, cukup masukkan jari Anda ke dalam 2 inci teratas tanah. Jika masih basah, maka biarkan saja.

Penyiraman yang berlebihan akan membuat daun ara biola berubah warna menjadi cokelat atau muncul bintik-bintik hijau. Selain itu, drainase yang tidak memadai atau waktu yang terlalu sedikit di antara penyiraman memungkinkan busuk akar.

  • Pemupukan dan pemangkasan

Jika Anda membeli ara biola di musim kemarau, maka beri pupuk sebulan sekali dengan pupuk yang memiliki rasio nitrogen-fosfor-kalium 3-1-2 atau pupuk NPK. Disarankan menggunakan pupuk NPK cair.

Tidak perlu memberi pupuk saat musim hujan, di mana tanaman tidak aktif.

Jika Anda ingin membentuk tanaman Anda, lakukan di musim panas saat tanaman memiliki banyak waktu dan energi untuk tumbuh kembali.

Ada dua alasan untuk memangkas tanaman ara biola, yakni membuang daun yang mati dan mendorong pertumbuhan baru. Saat daun mulai berubah warna menjadi cokelat secara signifikan (karena stres atau busuk akar), yang terbaik adalah membuangnya agar tidak menyedot energi dari tanaman.

Dengan menggunakan sarung tangan, gunakan gunting setek yang tajam dan bersih dan potong batang daun secara miring, sekitar setengah inci dari batangnya.

Meskipun pemangkasan merupakan bagian penting dari pemeliharaan tanaman, berhati-hatilah untuk tidak membuang lebih dari 5-10 daun sekaligus untuk menghindari guncangan. Anda juga dapat menggunakan metode ini untuk menghilangkan daun bagian bawah untuk mendapatkan bentuk seperti pohon.