in

STB Android Tak Bisa Tangkap Siaran TV Digital

Set top box STB, alat pengganti antena di tv analog agar bisa menonton siaran tv digital. Foto: iStock

Set Top Box (STB) terbagi menjadi dua jenis, yakni STB Android dan STB Digital. Meski memiliki kemiripan, STB Android tidak dapat digunakan untuk menangkap siaran TV digital seperti STB digital.

Program suntik mati TV digital atau Analog Switch Off (ASO) membuat masyarakat yang masih menggunakan TV analog memerlukan perangkat STB untuk menonton siaran TV digital.

Perangkat decoder atau STB sinyal digital (STB DVB-T2) adalah perangkat decoder Set Top Box yang memiliki tuner TV digital. Perangkat ini dapat memproses siaran digital dan mengubahnya menjadi konten audio dan visual berbasis sinyal analog sehingga dapat ditampilkan di TV konvensional.

STB digital yang dapat digunakan yaitu STB DVB-T2 karena pemerintah menggunakan sistem siaran berbasis DVB-T2 yang merupakan sistem siaran generasi kedua dan pembaharuan dari sistem DVB-T.

Sementara itu, STB Android berfungsi bekerja dengan sistem operasi pintar Android Box. Perangkat ini memungkinkan TV konvensional mengadopsi sistem operasi Android dan menjadikannya smart TV atau TV pintar.

Umumnya, STB Android dihubungkan ke TV dengan kabel HDMI. Sama halnya dengan STB Android, STB digital juga biasanya dihubungkan ke TV lewat kabel HDMI. Jika TV tidak memiliki port HDMI, biasanya menggunakan port RCA atau AV sebagai penghubungnya.

Dengan demikian, antena TV akan menangkap siaran TV digital, lalu mengirimkannya ke STB digital untuk dikonversi, dan diteruskan ke TV konvensional untuk ditayangkan.

Jika TV pengguna adalah smart TV yang sudah dilengkapi dengan Tuner digital DVB-T2, maka perangkat STB tak lagi dibutuhkan untuk mengkonversi siaran digital. Pengguna hanya perlu menghubungkan TV ke antena untuk menangkap siaran digital.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah melangsungkan program ASO secara berkala yang diharapkan selesai pada 2 November 2022.

Migrasi siaran TV analog ke TV digital ini disebut dapat memberikan kualitas tayangan yang lebih baik dan lebih jernih. Selain itu, migrasi ini juga disebut dapat memberikan efisiensi pada penggunaan spektrum frekuensi radio.