in

Mengungkap Cara Burung Tidur serta Durasinya

Burung Weebill (Foto: Canberra Ornithologists Group)
Burung Weebill (Foto: Canberra Ornithologists Group)

Tidur pada binatang tidak serutin ditemukan pada manusia, termasuk pada burung. Bahkan, sangat jarang ditemukan burung dalam kondisi tertidur.

Akan tetapi, sama saja dengan manusia dan hewan lainnya, burung juga membutuhkan istirahat. Namun, tidur burung sangat berbeda dengan manusia.

Burung jarang terlihat tidur karena biasanya tidak tidur di tempat terbuka. Sebaliknya, burung tidur di lokasi yang aman dan tersembunyi untuk melindunginya dari pemangsa dan hal-hal berbahaya lainnya.

Lokasi tersebut umumnya berada di luar tanah dan jangkauan pohon guna menghindari pemangsa yang merayap dan burung darat seperti kalkun liar.

Burung-burung yang lebih kecil bersarang di semak-semak lebat atau dedaunan yang menyediakan perlindungan memadai.

Banyak burung mencari rongga-rongga seperti sangkar burung yang tidak berpenghuni atau kotak bersarang, halangan berongga, gua atau celah tebing yang dangkal, dan cerobong asap untuk lebih terlindungi sehingga dapat tidur dengan aman.

Unggas air dan burung pengarung sering tidur di atas air, mengambang dengan aman di luar jangkauan pemangsa atau memilih danau-danau kecil sebagai tempat bertengger.

Jika pemangsa mendekat, suara percikan dan getaran air yang bergerak akan dengan mudah memperingatkan burung.

Kebanyakan burung tidak tidur di sarangnya. Namun, burung yang secara aktif mengerami telur atau menjaga bayi burung agar tetap hangat dapat tidur siang di sarang.

Burung dapat lebih hati-hati mengontrol tidurnya daripada makhluk lain. Burung sering menggunakan unihemispheric slow-wave sleep (USWS), yakni secara harfiah tidur dengan satu mata terbuka dan hanya separuh otak mereka yang beristirahat.

Separuh otak lainnya waspada dan mampu mencatat bahaya jika diperlukan. Sementara cara burung mengontrol pola tidurnya belum dipelajari dengan baik. Namun, burung merasa lebih terlindungi ketika tidur, bahkan semakin besar kemungkinan untuk tidur lebih dalam.

Apabila situasinya lebih tidak pasti, burung akan tidur lebih nyenyak dan cenderung menggunakan USWS.

Dipercaya bahwa beberapa burung yang bermigrasi atau spesies udara seperti burung walet atau elang laut bahkan dapat menggunakan USWS saat terbang, yakni tidur di udara.

Tidur berkelompok adalah strategi pertahanan lain yang digunakan banyak burung. Dengan bertengger secara komunal, ini bisa membuat burung memperhatikan pemangsa lebih banyak  serta memberi setiap burung kesempatan lebih besar bertahan hidup.

Pada cuaca dingin, banyak burung, terutama burung pengicau kecil seperti chickadee, tits, dan bluebirds, bertengger bersama di ruang terbatas untuk berbagi panas tubuh dan bertahan hidup pada suhu malam hari yang lebih rendah.

Saat burung tidur, mereka melindungi bagian tubuh yang rentan dengan menyembunyikannya ke dalam bulunya. Bulu burung menciptakan kantong udara penyekat yang membantunya tetap hangat dengan menyelipkan kaki atau paruh ke dalam bulu.

Ketika paruh burung bersembuyi dalam bulunya, ini membuat burung tidur bisa menghirup udara yang dihangatkan oleh panas tubuhnya sendiri.

Soal waktu tentang berapa lama burung tidur, penelitian menunjukkan burung tidur lebih lama pada malam hari. Ini mungkin karena burung tidak dapat mencari makan atau melakukan aktivitas lain tanpa cahaya cukup.

Namun, burung dapat “tidur siang” pada siang hari dan tidur lebih lama kapan pun saat berada di tempat aman.