in

Pentingnya Pilih Menu Sarapan Sesuai Jenis Aktivitas

Ilustrasi. Pexel.

Spesialis gizi di RS Siloam TB Simatupang Jakarta, Christopher Andrian, menjelaskan bahwa pentingnya menyesuaikan menu sarapan dengan aktivitas harian karena kebutuhan nutrisi setiap orang berbeda.

“Tergantung, habis sarapan itu kita mau apa. Kalau habis sarapan terus tidur lagi kira-kira penting enggak? Istilahnya, sarapan itu bahasa Inggrisnya breakfast. Mem-break fasting, karena kita sudah puasa selama tidur,” kata Christopher.

Salah satu jenis diet banyak dilakukan adalah intermittent. Pola diet ini dilakukan dengan cara menentukan jadwal makan di jam-jam tertentu. Menurut Christopher, pola diet ini juga bisa membantu menurunkan berat badan.

“Ada juga sekarang istilahnya kalau diet itu intermitten fasting. Itu kita tidak makan hingga jam tertentu. Biasanya mereka rapel jam makan dari jam 12 siang sampai jam 5 sore, misalnya. Ini ada plus minus sebetulnya karena kalau misalnya kita kasih detail seperti itu, berarti dia cuma punya waktu makan itu pendek. Mau makan apa saja bebas yang penting dari jam 12 sampai jam 5,” katanya.

“Secara tidak langsung dia mengurangi total impact hariannya. Bisa turun enggak berat badan? Bisa-bisa saja karena dia enggak sarapan. Itu berarti dia mengurangi impact kalori hariannya. Tapi tergantung makanannya apa, balik lagi sama kebiasaan,” lanjutnya.

Christopher juga menegaskan agar kita waspada dalam menjalankan program diet tersebut karena di kondisi kesehatan tertentu, sarapan sangat penting. Misalnya, penderita maag atau diabetes, sehingga Christopher mengatakan sebelum memilih jenis diet, cobalah untuk mengenali diri sendiri lebih dulu.

Article by