in

Begini Manfaat Menyiram Anggrek dengan Es

Ilustrasi anggrek. Foto: Pixabay

Tanaman membutuhkan perawatan agar bisa terus tumbuh. Dalam perawatannya, tanaman harus disiram dan diberikan pupuk sesuai dengan kebutuhannya. Akan tetapi, penyiraman yang terlalu banyak akan membuat tanaman layu atau bahkan mati.

Salah satu alasan utama banyak orang gagal menjaga tanaman hias tetap hidup yakni mereka cenderung merawatnya secara berlebihan dengan menyiram tanaman terlalu sering, seperti dikutip dari Reader’s Digest.

Memberikan air terlalu banyak pada tanaman dapat menyebabkan busuk akar dan jamur yang tumbuh di akar dan membunuh tanaman Anda dengan cepat.

Jadi, untuk menghindari penyiraman yang terlalu berlebihan yang perlu Anda lakukan adalah mengambil pendekatan yang lebih terukur.

Menurut Reader’s Digest, yang diperlukan hanyalah menempatkan dua es batu besar di dasar tanaman Anda seminggu sekali agar mereka tetap bahagia dan terhidrasi.

Dengan cara ini tanaman bisa menyedot semua H2O itu secara perlahan, tapi pasti. Selain itu, ini juga akan membantu mencegah tumpahan air yang berantakan yang mungkin terjadi.

Trik penyiraman ini terutama berlaku untuk anggrek. Seperti yang ditulis Amanda Gutterman di The Gardenist.

“Kebanyakan anggrek mati tenggelam karena penyiraman yang berlebihan. Meskipun anggrek berasal dari daerah tropis, akarnya perlu dikeringkan dengan baik sehingga tidak ada genangan air di dasarnya,” ujar Gutterman.

Gutterman, yang telah melakukan penyiraman dengan es batu ini, kemudian menjelaskan betapa besar perbedaan yang bisa dibuat dengan teknik penyiraman ini.

“Ketika melakukan penyiraman menggunakan es batu, meskipun bulan demi bulan telah berlalu, namun kelopak anggrek yang berwarna marmer merah muda dan putih tumbuh lebih penuh dari sebelumnya. Bahkan setiap bunga hampir berukuran tangan saya,” ungkapnya.

Selain itu, berat bunga ini semakin bertambah karena ukurannya bertambah dan daunnya menjadi cukup tebal.

“Sehingga saya poles agar mengkilap dan memantulkan sinar matahari,” tambah Gutterman.

Article by