in

Roasting dalam Komedi Bukan Bullying, Lantas Apa Bedanya?

Ilustrasi Stand up Komedi. Pexel.

Stand up comedy berkembang dan menjadi berbagai jenis teknik komedi, salah satunya roasting. Gaya komedi roasting kian populer digunakan komika saat ini. Materi stand up comedy monolog bersumber dari pengamatan, keresahan, dan juga opini dari komika. Perlu diingat, roasting berbeda dengan bullying. Sebab, roasting merupakan sarana kritik sosial melalui komedi.

Kritik sosial dari hasil perhatian masyarakat yang peduli terhadap peristiwa ataupun keadaan. Itu sebabnya roasting dalam stand up comedy erat kaitannya dengan kritik terhadap fenomena sosial yang berhubungan dengan tokoh tertentu.

Menurut publikasi Penyampaian Kritik Sosial terhadap Pejabat Negara Indonesia Melalui Roasting Stand Up Comedy Kiky Saputri di Kanal YouTube Stand Up Kompas TV dan BUMN Muda, referensi topik roasting stand up comedy diambil dari berbagai fenomena sosial yang menjadi perhatian khalayak atau mengenai ketimpangan sosial di sekitar.

Sementara bullying dalam Bahasa Indonesia berarti perisakan yang merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan. Perisakan tersebut dilakukan secara sengaja oleh satu orang atau kelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain untuk menyakiti.

Secara detail seorang komika dituntut mencari tahu latar belakang, kegiatan atau hal-hal yang dianggap aneh dan lucu dari objek yang menerima roasting. Dasarnya roasting upaya untuk memanas-manasi orang lain. Namun, unsur materi dalam roasting dalam batas komedi atau lelucon belaka. Roasting dalam stand up comedy kaitannya erat dengan kritik terhadap fenomena sosial yang berhubungan dengan tokoh tertentu yang menjadi objek.