in

Dikta Debut Solo dengan Merilis Album EP Sendiri

Dikta. Foto: Instagram.

Mantan vokalis grup Yovie and Nuno, Dikta membuka lembaran baru sebagai penyanyi solo dengan merilis album EP Sendiri pada Jumat (14/10.

Perjalanannya sebagai musisi dan penyanyi merupakan proses panjang yang sudah berlangsung tahunan. Ia memang tumbuh dan dikelilingi oleh lingkungan musik yang secara otomatis berkontribusi pada sosoknya hari ini.
EP, sebagai sebuah perkenalan ulang, secara garis besar menjelaskan siapa dirinya dan bagaimana ia dibentuk lewat rangkaian proses yang disebut tadi.

“Saya besar di musik. Dari kecil, lingkungannya sudah musik. Besar dan tumbuh di kalangan musisi membuat kebutuhan akan hal itu begitu besar. Dan akhirnya, enggak punya alasan untuk berhenti main musik, karena memang enggak perlu juga. Saya bisa bilang, passion saya ada di musik,” kata Dikta dalam siaran pers dilansir Tempo.

Berdasarkan latar belakang dan pengalaman belasan tahun naik-turun panggung bersama Yovie and Nuno, menjadikannya sebagai musisi/penyanyi yang tahu persis apa yang ingin dikejar.

“Saat memulainya lagi, tentu sempat berpikir juga, ‘Harus mulai dari mana ya?’ Akhirnya bikin lagu, direkam, mikirin siapa saja yang bakalan diajak untuk mengisi instrumen di masing-masing lagu. Lagu-lagu ini mau dibawa ke mana dan juga merancang karier solo saya akan seperti apa nanti. Semuanya dipikirin dan prosesnya lumayan makan waktu juga,” kata dia.

Hasil pertama dari proses karier solo ini adalah EP Sendiri yang berisi enam lagu yang semuanya merupakan cerminan kecintaannya pada musik. Single pertama dari rekaman ini ialah Harusnya Bersama. Ada juga yang spesial, Dikta juga memasukkan lagu Gagal di Sekolah yang merupakan karya milik almarhum ayahnya. “Dulu ia tergabung dalam sebuah band bernama Rasela, di periode sekitar awal 70-an,” katanya.