in

Menghitung Hari Menuju G20, Apa Manfaatnya Bagi Indonesia?

Presiden Joko Widodo. Foto: gpriority

Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT G20 yang akan diselenggarakan di Bali pada tanggal 15 November 2022–16 November 2022. KTT G20 merupakan puncak dari serangkaian agenda G20 di mana Indonesia memegang mandat presidensi G20 sejak bulan Oktober 2021. G20 yang akan diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Center akan dihadiri Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan negara-negara anggota G20.

Slogan G20 kali ini berbunyi “Recover Together, Recover Stronger”. Seperti yang kita ketahui bersama, G20 merupakan forum kerja sama internasional khususnya dalam bidang ekonomi dan internasional. Banyak yang menarik dari G20 di Bali nanti. 

  • Tensi Negara Anggota Sedang Panas

Rusia yang merupakan negara anggota G20 sedang menjadi ‘musuh’ negara-negara barat karena invasi militer Rusia ke Ukraina. Di sisi lain, Brazil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan yang merupakan anggota BRICS sekaligus anggota G20 disinyalir ‘memecah belah’ G20 untuk menegaskan dominasi mereka sebagai negara berkembang yang kuat.

  • Kedatangan Putin

Pada tanggal 8 Juli 2022, forum G20 telah mempertemukan Menteri-Menteri dari negara anggota di Bali. Pada saat itu Menteri Luar Negeri Rusia yang diutus Presiden Rusia Vladimir Putin memilih untuk walkout. 

Hal itu lantaran beberapa audiens yang hadir mengecam kedatangan Sergei Lavrov. Di antaranya Menlu Amerika Serikat, Antony Blinken dan Menlu Jerman Annalena Baerbock. Pada puncak KTT G20 nanti, sosok Putin akan menjadi sorotan tatkala akan menghadiri pertemuan tersebut atau tidak. 

Salah satunya sumber dari Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat  Joe Biden tak ada niat untuk duduk bareng Putin. Hal tersebut menjadi tanda tanya besar bagaimana situasi yang akan terjadi saat G20, karena situasi kedatangan beberapa Kepala Negara anggota G20 masih berubah-ubah hingga hari ini.

  • Peran Indonesia

Indonesia tentu akan menjadi sorotan di saat panasnya tensi dari beberapa negara anggota G20. Indonesia melalui Presiden Joko Widodo pernah mendatangi Rusia dan Ukraina di tengah peperangan terjadi. 

Presiden Jokowi menegaskan bahwa Indonesia siap menjadi ‘jembatan’ perdamaian dunia karena tertuang dalam alinea ke-4 UUD 1945. Indonesia yang menjadi ‘tuan rumah’ seharusnya dapat menunjukkan kelasnya di kancah internasional khususnya forum G20. Dengan tema G20 yang ada, isu ekonomi dan pembangunan dunia bisa ‘diambil alih’ oleh Indonesia dengan cara memperlihatkan dan menegaskan bahwa Indonesia negara yang kaya dan kuat. 

Dengan dipilihnya Indonesia sebagai ‘tuan rumah’ KTT G20, daya tawar Indonesia harus lebih tinggi dari negara-negara anggota lain yang menjadi tamu pada gelaran G20 nanti di Bali.

Article by