in

Kenapa Asuransi Kurang Diminati di Indonesia? Ternyata Ini Alasannya!

Ilustrasi asuransi (Foto: Pexels/Mikhail Nilov)
Ilustrasi asuransi (Foto: Pexels/Mikhail Nilov)

Semenjak pandemi Covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia, penyediaan layanan asuransi semakin masif. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada bulan Januari-September 2022 total klaim yang dibayarkan industri asuransi di Indonesia mencapai Rp286,17 Triliun. Angka ini mengalami kenaikan dari periode sebelumnya sebesar 11,86 % atau Rp255,83 Triliun

Artinya tren orang maupun korporasi yang memiliki asuransi di Indonesia jumlahnya semakin meningkat. Menurut Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), orang yang memegang polis asuransi jumlahnya meningkat, ditopang oleh polis asuransi yang nominalnya ‘receh’. Polis tersebut biasanya premi per bulannya dibawah Rp200.000. Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal yang berbeda karena banyak agen asuransi yang dikejar target untuk mencari nasabah baru. 

Di sisi lain, banyak orang yang belum aware mengenai asuransi atau bahkan tidak sama sekali tertarik dengan produk asuransi. Lalu apa yang menyebabkan asuransi di Indonesia kurang diminati, terutama asuransi kesehatan?

  • Jenis Produk yang Ditawarkan

Banyak calon pemegang polis asuransi yang beranggapan bahwa apa yang mereka bayarkan nantinya tidak sesuai dengan klaim yang diberikan pihak asuransi. Karena pada prinsipnya, asuransi merupakan jasa yang diberikan perusahaan kepada nasabah untuk menanggung risiko-risiko yang akan ditimbulkan nasabah. 

Sebagai contoh produk asuransi kesehatan yang beredar di masyarakat, banyak perusahaan asuransi yang menawarkan produk dengan hanya melampirkan jenis-jenis penyakit yang ditanggung tidak secara spesifik. Pada akhirnya nasabah diharuskan membayar kekurangan dari klaim asuransi tersebut. Sekarang ini banyak perusahaan asuransi yang mencari solusi terkait permasalahan ini dengan menjual produk asuransi kesehatan secara spesifik. 

  • Memilih Hidup Sehat

Pemegang polis asuransi diwajibkan membayar premi per bulan untuk sewaktu-waktu bisa mengklaim apa yang sudah dibayarkan. Banyak yang beranggapan daripada menghabiskan uang untuk membayar premi asuransi, lebih baik uang tersebut digunakan untuk menjalani hidup sehat. Dengan berolahraga, mengkonsumsi makanan sehat, dan terapi-terapi yang diperlukan untuk menunjang hidup yang lebih sehat.

  • Pendekatannya Beda dengan Bank

Asuransi dengan bank sama-sama menyediakan jasa atau layanan keuangan. Namun pendekatan banyak perusahaan asuransi berbeda 180 derajat dengan bank-bank yang ada di Indonesia. Asuransi membutuhkan agen-agen asuransi untuk ‘menarik’ nasabah, sedangkan bank melakukan pendekatan melalui kantor-kantor cabang untuk ‘menarik’ nasabah di masing-masing wilayah.

Article by