in

3 Kelebihan Menggunakan Lantai Bambu Selain Estetik

Lantai rumah sudah sangat bervariasi dari segi bahan yang digunakan. Rumah minimalis umumnya menggunakan lantai dari keramik atau tegel. Ada juga beberapa jenis rumah yang lantainya menggunakan granit, kayu, bahkan bambu.

Bambu dapat menampilkan nilai estetik karena memancarkan alam secara alami. Dengan kemampuan teknologi, bambu dapat dijadikan bahan dasar lantai rumah dengan estetika tinggi. Bambu kaya warna dibanding kayu jika dijadikan lantai sehingga biasa menjadi pilihan masyarakat, terutama di Asia.

Selain nilai estetik, bambu memiliki ragam kelebihan jika digunakan sebagai lantai. Dirangkum dari beberapa sumber, berikut ini diuraikan tiga kelebihan menggunakan bambu selain estetik.

  • Ekonomis

Dari beberapa bahan lantai seperti keramik, granit, kayu, bambulah yang paling terjangkau harganya. Di Benua Asia, bambu termasuk tumbuhan yang tergolong ke dalam rerumputan sehingga dapat tumbuh dengan mudah.

Meskipun dari kelas rumput, bambu akan menampilkan kualitas yang dapat diadu dengan kayu saat dewasa. Saat masih berupa bahan baku, bambulah yang paling ekonomis. Tidak jauh beda jika sudah berbentuk lantai rumah, bambu masih tetap yang terjangkau harganya.

  • Tahan

Jika mempertimbangkan daya tahan lantai, memilih lantai bambu bisa dikatakan tepat. Jika dibandingkan dengan ketahanan lantai kayu, lantai bambu masih di atas. Lantai bambu memiliki daya tahan yang luar biasa.

Karena daya tahannya yang luar biasa tersebut, lantai bambu kadang disebut sebagai produk seumur hidup. Artinya, lantai bambu bisa digunakan sampai pemilik rumah bosan.

  • Ramah lingkungan

Kelebihan lantai bambu selanjutnya adalah ramah lingkungan. Jika dibandingkan dengan lantai kayu, lantai bambu sangat jauh ramahnya terhadap lingkungan. lantai kayu butuh banyak pohon yang ditebang. Lantai bambu pun juga butuh banyak pohon, tetapi keberadaanya sangat melimpah.

Lantai bambu dapat pula dilepas dan didaur ulang. Berbeda dengan lantai granit atau keramik. Kedua jenis lantai tersebut tidak dapat didaur ulang. Jika ingin menggantinya, granit atau keramik harus dibongkar dan tidak bisa digunakan kembali.