in

Penyebab Banyak Kejutan di Piala Dunia 2022

Kejutan Jepang untuk Jerman. Foto: Reuters

Piala Dunia 2022 menjadi ajang Piala Dunia yang paling banyak memberi kejutan. Berbagai kejutan tersebut terjadi di fase grup. Aktor utama dari berbagai kejutan tersebut ialah wakil dari Benua Asia. Hal yang mengejutkan pertama adalah kemenangan Arab Saudi atas Argentina.

Timnas Arab Saudi sukses mempermalukan Tim Tango, Argentina, dengan skor 2-1 pada laga pembuka Grup C, Selasa (22/11/2022). Kejutan lain datang Timnas Jepang menang 2-1 atas Tim Panser, Jerman, pada laga perdana Grup E Piala Dunia, Rabu (23/11/2022).

Selanjutnya, Timnas Korea Selatan bisa memberi perlawanan sengit atas peraih trofi pertama Piala Dunia, Uruguay. Timnas Korea Selatan melakoni laga pertama Grup H di Education City Stadium, Al Rayyan, Kamis (24/11/2022). Korea Selatan berbagi poin setelah bermain imbang 0-0 lawan Uruguay.

Salah satu sebab terciptanya banyak kejutan di ajang Piala Dunia kali ini ialah kemajuan sepak bola sudah mulai merata. Awalnya, kekuatan sepak bola hanya berasal dari Benua Amerika, terutama Amerika latin, dan dari Benua Eropa.

Pemain dari Benua Afrika hanya menjadi tim kuda hitam di ajang-ajang Piala Dunia sebelumnya. Sementara dulu kekuatan para aktor lapangan hijau dari Benua Asia tidak terlalu diperhitungkan. Bahkan, kadang dipandang sebelah mata.

Namun, berbeda dengan ajang Piala Dunia 2022 yang diselenggarakan di Qatar ini. Tim Asia seakan memberi gebrakan baru dengan menundukkan para mantan juara dunia. Hal yang melatar belakanginya ialah para pemain Asia sudah mulai keluar untuk berguru di tim-tim elit Eropa.

Misalnya Jepang, pemain timnas Negeri Sakura ini sebagian besar bergabung di tim yang ada di Liga Jerman sehingga secara tidak langsung dapat mengetahui gaya bermain Jerman. Bukan hanya itu, salah seorang penyerang jepang, yakni Takefusa Kubo pernah berseragam Real Madrid demi untuk belajar.

Bukan hanya Jepang yang melakukan gebrakan serupa. Iran, Korea, Arab Saudi, dan negara Asia lainnya sudah aktif mengirim pemain-pemainnya untuk bermain di Eropa. Indonesia yang belum jadi peserta Piala Dunia pun juga sudah mulai seperti itu. Hal ini akan membuat pemain Asia dapat bersaing.

Article by