in

Alasan Tak Boleh Menginjak Kecoak

Ilustrasi Kecoak. Foto: Pixabay

Sering ada anggapan bahwa menginjak kecoak dapat memberi efek negatif pada tubuh manusia, terutama di bagian kaki. Benarkah anggapan tersebut? Yuk, cari tahu jawabannya.

Kecoak merupakan jenis serangga yang memiliki sayap lurus, sungut panjang, dan warna cokelat kehitaman. Serangga ini dapat terbang, tetapi habitatnya di dalam tempat-tempat tersembunyi, terutama tempat kotor dan lembab seperti kakus.

Serangga ini tidak mudah mati. Bahkan, kecoak masih bisa bertahan hidup meski kepalanya sudah berpisah dengan badan. Kecoak sangat penting dibasmi untuk menjaga kebersihan rumah. Keberadaan kecoak sangat menggangu dengan kaki-kaki yang bisa bikin tidak nyaman.

Meski susah mati, ada cara yang sangat mudah dan praktis membunuh kecoak, yakni dengan menginjaknya. Akan tetapi, cara ini tidak direkomendasikan, bahkan dilarang. Berikut ini uraian alasan tidak boleh menginjak kecoak.

  • Dapat menyebabkan alergi

Dalam tubuh kecoak, terdapat protein yang berfungsi sebagai alergen untuk individu lain. Alergen merupakan zat yang dapat memicu alergi pada makhluk hidup. Zat ini terdapat di hampir seluruh tubuh kecoak, terutama di mulut kecoak.

Air liur kecoak yang paling banyak mengandung protein buruk ini. Banyak makhluk hidup lain yang alergi terhadap air liur kecoak, termasuk manusia. Zat alergen ini juga dapat memicu terjadinya asma pada anak-anak.

  • Mengeluarkan bau menyengat

Apabila kecoak terinjak, tubuh serangga ini akan hancur, termasuk ususnya. Usus kecoak akan mengeluarkan bau menyengat yang disebut feromon. Feromon ini merupakan bahan kimia yang dikeluarkan oleh bakteri sebagai bentuk komunikasi.

Melalui bau menyengat tersebut, kecoak memberitahukan kepada kecoak lain agar tidak mendekat di tempat itu karena ada bahaya. Bau menyengat itu juga bisa menjadi panggilan kepada kecoak lain agar mendekat, terutama kecoak lapar.

  • Mengandung banyak zat yang tidak baik bagi tubuh manusia

Tubuh kecoak mengandung banyak bakteri, terutama di bagian sistem pencernaan. Selain itu, kecoak juga membawa virus dan jamur. Virus yang dibawa kecoak akan menyerang sistem pencernaan pada manusia.

Selain itu, kecoak juga membawa amueba yang dapat menyebabkan disentri atau peradangan dan infeksi pada usus. Hal-hal buruk yang ada dalam tubuh kecoak ini akan memperluas penyebaran jika tubuhnya hancur akibat terinjak.