Pebulutangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo yang tak lain adalah pasangan Marcus Fernaldi Gideon mengeluarkan komentar terkait persaingan sektor ganda putra. Ia mengaku tak kaget dengan ketatnya persaingan.
Beberapa tahun terakhir, ganda putra Indonesia sempat merajai posisi ranking teratas bulutangkis dunia. Namun sejak pandemi, posisi peringkat mengalami perubahan. Bahkan tahun 2022 ini, banyak pemain-pemain dari negara lain bermunculan.
Pemain-pemain di negara lain cukup mendominasi prestasi-prestasi di turnamen bulutangkis internasional. Misalnya Aaron Chia/Soh Woi Yik dari Malaysia, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dari Jepang yang kini menjadi raja bulutangkis.
Selanjutnya ada Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen dan Denmark, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi dari Malaysia dan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dari India.
Sementara itu, di Indonesia sendiri, salah satunya ada pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang kini prestasinya melesat sepanjang tahun 2022.
“Sebenarnya dari dulu sih (ketat persaingan), dari dulu kan ada era-eranya juga. Zaman dulu mungkin ada Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark), Li Jun Hui/Liu Yu Chen (China). Sekarang mungkin sudah mulai bergeser petanya. Jadi ya memang selalu sulit juga sih dari dulu,” ungkap Kevin kepada media, dikutip dari Detik, Jumat (9/12/2022).
Kevin mengakui, kondisi ini harus segera diadaptasikan agar dia dan pasangannya Marcus Gideon tak kehilangan daya saing. Terlebih tahun ini cukup berat sebab persaingan tak sekadar soal ranking BWF, namun juga pengumpulan poin kualifikasi Olimpiade 2024 di Paris.
“Ya, kan sekarang lawan semakin bagus juga. Kita harus bisa improve diri sih. Itu yang penting,” tambah Kevin Sanjaya.
