in

Sekilas Tentang Al Hilm, Bola Khusus Semifinal dan Final Piala Dunia 2022

Bola Al Hilm. Foto: Instagram

Al Hilm adalah sebuah kosakata dalam bahasa Arab yang berarti mimpi. Al Hilm digunakan sebagai nama bola yang digunakan di semifinal dan final Piala Dunia 2022 yang diselenggarakan di salah satu negara Arab, Qatar.

Sebelum Al Hilm, ajang Piala Dunia menggunakan bola yang disebut Al Rihla yang juga berasal dari bahasa Arab yang berarti perjalanan. Al Rihla digunakan di ajang Piala Dunia sejak penyisihan grup hingga babak perempat final.

Setelah 8 besar, bola Al Rihla digantikan oleh Al Hilm. Bola resmi keluaran adidas itu hanya akan digunakan oleh empat negara, yakni Kroasia, Argentina, Maroko, dan Prancis.

Perbedaan Al Rihla dengan Al Hilm terletak pada warnanya. Al Rihla terdiri atas warna merah dan biru, sedangkan Al Hilm dibalut warna emas dan merah marun. Warna emas terinspirasi dari warna gurun pasir yang ada di Qatar.

Warna merah marun tentu karena berdasarkan warna bendera Negara Qatar. Al Hilm tetap menggunakan teknologi Connected Ball sebagaimana yang diterapkan pada bola Al Rihla.

Adidas menerapkan teknologi canggih tersebut agar dapat membantu kinerja ofisial pertandingan. Wasit dan jajarannya dapat membuat keputusan lebih cepat dan akurat via sensor Inertial Measurment Unit yang disingkat IMU.

Sensor IMU dapat melacak posisi bola dengan tingkat keakuratan yang tinggi. Hal ini membuat ofisial pertandingan menerima notifikasi apabila bola berada dalam posisi offside. Hal ini juga akan saling terhubung dengan petugas VAR (Video Assistant Referee).

Dengan adanya Connected Ball pada bola Al Hilm, wasit dan hakim garis tidak akan keliru dalam menentukan posisi offside. Tentu hal ini juga dapat meminimalisir terjadinya kecurangan-kecurangan pada laga-laga yang tersisa di Piala Dunia Qatar.

Adidas melakukan terobosan tersebut tagar semua tim yang berlanga pada ajang Piala Dunia Qatar tidak merasa dirugikan dengan keputusan yang kadang keliru, terutama di semifinal dan final dengan bola baru yang bernama Al Hilm.