in

Tips Mengetahui Jenis Kelamin Kucing

Kucing. Foto: Pawesomecats

Hewan cenderung memiliki penampakan wajah yang sama dengan jenisnya masing-masing. Berbeda pada manusia yang sangat kental perbedaan wajah antara perempuan dengan laki-laki,  hewan berjenis kelamin betina atau jantan memiliki wajah yang sama saja, termasuk kucing.

Artinya, melihat wajah kucing secara sekilas tidak akan cukup untuk menentukan jenis kelamin kucing tersebut. Dari ukuran tubuh pun, hewan seperti kucing tidak berbeda antara jantan dan betina.

Lalu bagaimana cara menentukan jenis kelamin pada binatang berbulu ini? Ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk hal itu. Tips-tips yang dimaksud sangat sederhana. Hanya butuh pengamatan, baik secara sekilas maupun secara mendalam. Berikut uraiannya.

  • Lihat alat kelamin

Cara mengetahui jenis kelamin dengan melihat alat kelamin adalah cara yang paling klasik. Cara ini dapat diterapkan pada kucing. Angkat ekor kucing lalu perhatikan organ di bawah ekor. Jika terdapat benjolan, kucing tersebut adalah jantan. Sebaliknya, jika tidak ada, kucing itu betina.

  • Perhatikan ukuran tubuh

Meski tidak banyak membantu, ukuran tubuh kucing pun perlu diperhatikan untuk mengetahui jenis kelamin kucing. Ukuran tubuh kucing betina lebih kecil daripada kucing jantan, terutama pada bagian lingkar kepala. Kucing jantan lebih besar sedikit.

  • Perhatikan warna bulu

Cara lain mengetahui jenis kelamin kucing bisa melalui warna bulunya. Namun, hal ini tidak dapat diaplikasikan pada kucing yang berbulu polos. Kucing yang memiliki tiga warna bulu seperti putih, oranye, dan hitam dapat dipastikan adalah kucing betina.

  • Perhatikan perilaku kucing

Kucing jantan lebih aktif daripada kucing betina. Kucing jantan sering bertengkar dengan sesamanya kucing jantan. Hal ini disebabkan oleh karena kucing jantan dilengkapi dengan naluri melindungi sehingga mampu bertahan jika merasa terancam oleh kucing lain.

  • Intensitas mengeong

Meski suara mengeong kucing jantan sama saja dengan kucing betina, ternyata keduanya memiliki perbedaan dari segi intensitas. Kucing yang sering mengeong, terutama saat berahi adalah kucing betina. Sementara kucing jantan lebih jarang mengeong.