in

3 Kebiasaan Terbaik untuk Kesehatan Usus

Ilustrasi metabolisme. Foto: Pexel.
Ilustrasi metabolisme. Foto: Pexel.

Usus memiliki microbioma sendiri, sebuah ekosistem dari triliunan mikroorganisme yang hidup di usus besar dan kecil. Beberapa dari bakteri ini bermanfaat dan ada juga yang tidak.

Meskipun komposisi mikrobioma usus setiap orang itu unik, mikrobioma yang baik dan yang tidak harus hidup berdampingan dalam keseimbangan di dalam usus saat kamu sehat.

Kabar baiknya adalah kamu dapat memperbaiki dan meningkatkan kesehatan ususmu secara alami, dan juga mencegah disfungsi usus. Caranya, kamu harus menyesuaikan kebiasaan gaya hidup tertentu yang secara langsung memengaruhi keseimbangan mikrobioma kamu.

Berikut hal baik yag bisa kamu lakukan untuk mendapatkan usus sehat.

1. Jangan minum antibiotik kecuali kamu benar-benar membutuhkannya.
Memang ada kalanya antibiotik diperlukan, tetapi kamu tidak boleh meminumnya jika tidak benar-benar membutuhkannya. Banyak orang lari ke dokter untuk mendapatkan resep setiap kali mereka flu atau bersin.

Antibiotik dapat menghilangkan atau mengubah populasi mikroorganisme yang ada. Jika antibiotik adalah kebutuhan, maka makanlah makanan kaya probiotik, seperti kimchi, sauerkraut, miso, yogurt, dan kombucha.

2. Latihan kardio secara teratur
Kamu tahu kardio sangat bagus untuk jantung? Tapi tahukah kamu bahwa kardio juga bagus untuk usus kamu? Latihan kardio secara teratur, dapat membantu menjaga mikrobioma usus tetap sehat, dan memperbaiki pergerakan usus yang tidak teratur.

Pastikan kamu bergerak beberapa kali seminggu dan berolahraga sampai berkeringat. Cobalah menaiki tangga, melakukan lompat tali, bergerak dengan lagu-lagu ceria favorit selama 20 menit, atau lakukan jalan cepat yang meningkatkan detak jantung.

3. Temukan cara sehat untuk menurunkan stres.
Stres adalah bagian alami dari kehidupan, tetapi terlalu banyak stres, terutama jika dibiarkan, dapat merusak kesehatan kamu dalam beberapa cara, termasuk kesehatan ususmu.

Belum diketahui secara jelas mengapa stres sangat memengaruhi usus, tetapi para ahli tahu bahwa usus disuplai dengan saraf oleh sistem saraf enterik atau usus. Hal ini dapat mempengaruhi dan menyebabkan rasa sakit, sembelit, diare, dan banyak gejala lainnya.