in

3 Pelatih Bulutangkis Hebat Indonesia Pindah ke Malaysia

Nova Widianto. Foto: Dok. PBSI

Sejatinya Indonesia punya segudang pelatih bulutangkis hebat yang mampu mencetak pebulutangkis berprestasi di kancah dunia. Negara lain pun seperti Malaysia bahkan rajin menggaet pelatih Tanah Air untuk melatih atlet mereka.

Kini, terdapat sejumlah pelatih Indonesia yang memutuskan mengambil jalur karier di Negeri Jiran yang semua telah menghasilkan atlet berprestasi. Seperti Hendrawan, Rexy Mainaky, hingga terbaru Nova Widianto.

Untuk selengkapnya, berikut diuraikan seperti dirangkum dari beberapa sumber.

  1. Nova Widianto

Secara mengejutkan, Indonesia ditinggalkan pelatih bertalenta yakni Nova Widianto yang memutuskan beralih ke Malaysia.

Malaysia bekerja sama dengan Nova Widianto untuk menukangi ganda campuran, utamanya pada turnamen kualifikasi Olimpiade 2024 di Paris yang akan dimulai pertengahan tahun 2023.

Nova direkrut Asosiasi Bulutangkis Malaysia untuk menukangi skuad ganda campuran di Negeri Jiran dengan kontrak selama dua tahun.

Padahal di tangan Nova, ganda campuran Indonesia mulai menunjukkan prestasi. Ia telah berhasil membawa para atletnya menembus top 15 dunia.

Mereka adalah Rinov Rivaldy/Phita Haningtyas Mentari yang kini sukses menembus 11 besar dunia. Ganda campuran lainnya adalah Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati menjadi juara Hylo Open 2022.

  1. Hendrawan

Hendrawan melatih tunggal putra Timnas Malaysia. Pelatih kelahiran Malang pada 27 Juni 1972 silam ini sudah bergabung dengan Badminton Association Malaysia (BAM) sejak 2009.

Sebelum pindah ke Malaysiam Hendrawan pernah menjadi pelatih di Pelatnas PBSI pada 2004. Namun ia pindah ke Malaysia pada lima tahun berikutnya.

Padahal Hendrawan tercatat sebagai pelatih bertangan dingin, itu terbukti dengan berhasil mencetak pemain berprestasi Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso serta pemain tunggal putri.

Pada akhirnya di Malaysia, ia berhasil mengantarkan Lee Chong Wei menjadi juara di berbagai turnamen BWF.

  1. Rexi Mainaky

Sebelum Hendrawan, pelatih yang lebih dulu memutuskan melanjutkan karier di Malaysia adalah Rexy Mainaky. Ia bahkan tercatat dua kali menukangi kepelatihan bulutangkis Malaysia.

Rexi bergabung dengan Malaysia pada 2005. Berkat tangan dinginnya, ganda putra Malaysia mengalami peningatan kualitas. Salah satunya Koo Kien Keat/Tan Boon Heong yang berhasil meraih medali emas Asian Games 2006 di Doha.

Namun Rexy kemudian pindah melatih di Filipina lalu kembali ke Tanah Air dengan menjadi Kepala bidang Pembinaan Prestasi PBSI periode 2012-2016.

Ia bertugas selama lima tahun di PBSI, peraih medali emas Olimpiade Atlanta pada 1996 bersama Ricky Subagja ini sukses mengantarkan atlet-atlet nasional meraih sederet prestasi bergengsi.

Salah satunya ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang berhasil meraih medali emas Olimpiade Rio 2016.

Namun keberhasilan Rexy menukangi bidang prestasi Pelatnas Cipayung tak lantas membuatnya bertahan di dalam struktur federasi. Posisinya digantikan Susy Susanti seiring pergantian Ketua Umum PBSI periode 2016-2020 dari Gita Wirjawan ke Wiranto.

Usai di PBSI, saudara kandung dari Richard dan Rionny Mainaky ini kemudian berkarier di Thailand sebagai pelatih bulutangkis. Ia pun berhasil membawa para pemain Thailand berprestasi di kancah internasional dalam durasi selama kurang lebih empat tahun.

Pada 2020, Rexy kembali dipanggil oleh Malaysia. Ia dipilih menjadi Director of Coaching (doubles) oleh BAM. Ia pun menjadi sosok dibalik keberhasilan ganda putra Aaron Chia/Soh Wooi Yik menjadi juara dunia 2022.