in

4 Mitos Tentang Pori-pori Kulit

Ilustrasi pori-pori kulit. Foto: Pexel.

Saat pori-pori tersumbat, kamu mungkin tergoda untuk menggaruk kulit atau mengelopeknya. Penyumbatan pori-pori terjadi karena paduan antara minyak, kotoran, dan bakteri yang menempel pada sel kulit mati di pori-pori. Namun tahukah kamu sebenarnya pori-pori tidak bisa dikelopek.

Pori-pori terhubung ke kelenjar sebaceous, yang berada di bawah folikel rambut. Kelenjar ini menghasilkan sebum, minyak alami seperti lilin yang membantu melembabkan wajah secara alami.

Nah, kamu mungkin memiliki kelenjar sebaceous yang terlalu aktif atau kurang aktif, tergantung pada setiap jenis kulit, yang masing-masing menyebabkan kulit berminyak atau kering.

Sebelum menghilangkan kotoran dari pori-pori yang tersumbat, ada beberapa mitos yang harus diperhatikan terlebih dahulu. Berikut ini di antaranya.

Pori-pori bisa terbuka
Sebenarnya pori-pori dapat membesar karena usia, tetapi secara teknis pori-pori tersebut tidak lebih terbuka.

Kamu tidak bisa begitu saja menutup pori-pori yang membesar. Selain itu pori-pori yang tersumbat mungkin terlihat seperti tertutup, tetapi ini tidak ada hubungannya dengan ukuran sebenarnya dari pori-porimu.

Mengeluarkan kotoran dari pori-pori
Mengeluarkan kotoran dapat mengatasi pori-pori yang tersumbat untuk sementara, tetapi berisiko meregangkan pori-pori yang kamu kelopek secara permanen.

Jika berurusan dengan jerawat kistik, kamudapat menyebabkan bakteri menyebar di bawah kulit, dan menyebabkan jerawat di bagian lain di wajah.

Menutup pori-pori dengan air dingin
Banyak situs web dan postingan blog mengklaim bahwa menggunakan air dingin efektif untuk menutup pori-pori. Meskipun ini dapat membantu menenangkan kulit yang teriritasi, air dingin tidak akan mempengaruhi ukuran pori yang sebenarnya.

Membuka pori-pori dengan baking soda
Meskipun ini adalah salah satu tren yang marak, soda kue terlalu keras untuk kulit. Penggunaan baking soda dapat menyebabkan kulit mengering sehingga meninggalkan lebih banyak sel kulit mati. Alhasil, potensi penyumbatan pori-pori lebih banyak.