in

Momen Erik Ten Hag Remaja Ngobrol Sama Cruyff yang Viral

Article by
Johan Cruyff, Erik Ten Hag dan Beberapa Pemuda Lain. Foto: Twitter.

Video wawancara yang di dalamnya melibatkan Erik Ten Hag dan Johan Cruyff viral di media sosial. Erik Ten Hag dalam video tersebut masih berusia 13 tahun sementara Johan Cruyff belum menjadi pelatih profesional.

Video tersebut berlatar tahun 1984. Erik Ten Hag muda saat itu berbicara seperti orang dewasa. Gaya bahasa yang dia gunakan melebihi usianya. Dari cara berbicaranya, Erik Ten Hag seolah-olah sudah menjadi pelatih.

Johan Cruyff meminta tanggapan para remaja yang duduk bersamanya, termasuk Erik Ten Hag. Cruyff menyatakan pelatih sering meneriaki pemain di lapangan dan itu sering terjadi. Erik Ten Hag pun menanggapi hal itu.

“Saya pikir Anda perlu berhati-hati, agar tidak berteriak kepada para pemain muda terlalu sering karena dapat menghancurkan pemain tersebut. Namun, pada level yang lebih tinggi, seperti tim utama Ajax, Anda harus bisa mengatakan sesuatu tentang itu,” ucap Erik Ten Hag.

Erik Ten Hag juga mengatakan dengan gaya bahasa seperti orang dewasa bahwa para pemain berlatih setiap hari. Jika melakukan hal sama secara terus menerus, pelatih harus bisa menghadapinya.

Momen Erik ten Hag (kemeja merah – pojok kanan) berbincang dengan Johan Curyff (ketiga dari kiri) (Foto: Stretty News)

“Orang-orang itu berlatih hampir setiap hari dalam seminggu. Jika terus melakukan kesalahan yang sama, Anda harus bisa menghadapi mereka,” ujar Erik Ten Hag yang kini melatih Manchester United.

Percakapan antara Johan Cruyff dan Erik Ten Hag tersebut viral di media sosial karena gaya bahasa Erik Ten Hag dan mereka kini menjadi orang yang terkenal di dunia sepak bola modern.

Johan Cruyff menjadi legenda beberapa tim kuat di Eropa seperti Ajax Amsterdam dan Barcelona. Sementara Erik Ten Hag melambungkan namanya setelah menukangi Mancheseter United.

Dengan adanya Erik Ten Hag, para pencinta bola, khususnya fans Manchester Merah meyakini Manchester United memulai era baru. Setelah ditinggal Sir Alex Ferguson, Manchester United belum bisa mengembalikan kejayaannya lagi.

Article by