in

Mertamorfosa Kain Batik yang Dijadikan Pakaian Ready To Wear

Mertamorposa Kain Batik yang Dijadikan Pakaian Ready To Wear, Photo: Jakarta Fashion Week 2023

Penggunaan batik saat ini lebih fleksibel dan dapat digunakan untuk menghadiri acara formal ataupun acara kasual. Selain itu, batik juga memiliki keunikan dan keindahan yang berbeda di setiap masing-masing daerah asalnya.

Pembuatannya juga terbilang sulit karena membutuhkan kesabaran. Meski begitu, masih banyak yang mengatakan jika batik sudah ketinggalan zaman. Tapi tahukah kamu jika batik kini sudah bertransformasi menjadi pakaian yang cantik dan indah dengan dikemas lebih modern.

Berikut ini 3 merek pakaian batik yang kerap membuat gaun catik dan lebih modern dari kain batik. Yuk simak, siapa tahu dapat menjadi referensi.

Batik Keris

Batik Keris di JFW 2023, Photo: Jakarta Fashion Week 2023

Pertama ada Batik Keris yang sudah didirikan sejak tahun 1920. Merek satu ini sudah banyak mewujudkan kebutuhan dan terus melakukan inovasi dengan mengikuti perkembangan zaman dan mengubah tampilan formal pada batik menjadi lebih kasual sehingga dapat diterima oleh kalangan anak muda.

Dalam Jakarta Fashion Week 2023, Batik Keris menjadi salah satu penyumbang koleksi batik dengan warna terang seperti hijau, biru dan tan yang dipadukan dengan bahan jeans sebagai bahan dasarnya.

2. Hubang Batik

Humbang Batik, Photo: Womenindonesia.co.id

Selanjutnya ada Hubang Batik yang berhasil mengengola kain batik celup. Dua peranang busana di kain Hubang Kriya menjadi busana siap pakai atau biasa disebut dengan pakaian ready to wear kelas dunia.

Perancang busana tersebut adalah Nonita Respati yang merupakan label Fashion Purara¬† dan designer Windy Chandra melakukan kolaborasi dengan Hubang Kriya bertemakan ‘Laboring Love Weaving Hope’ yang dibuat ramah lingkungan.

3. Kain Tenun NTT

Kain Tenun NTT oleh Temma Prasetio, Photo: Jakarta Fashion Week 2023

Designer bernama Temma Prasetio membuat pakaian pria dengan memadukan tampilan modern dari kain tenun NTT. Melakukan kolaborasi bersama Dekranasda NTT, Temma memilih kain berwarna tanah yang dibuat menjadi kemeja dan blazer.