in

Tren Kesehatan untuk Menjaga Kebugaran Tubuh

Article by
Skychology adalah tren kesehatan dengan melihat langit. Foto: Pexel.

Tahun 2020 telah mengajarkan kita sesuatu, bahwa kesehatan menjadi prioritas utama. Perubahan saat adanya covid 19 menyerang mengharuskan kita mengubah kebiasaan buruk. Cara kita berolahraga pun ikut berubah.

Memasuki awal tahun 2023, kita dapat berharap untuk melihat lebih banyak perubahan pada pada kesehatan kita. Termasuk tren kesehatan untuk menunjang kebugaran.

1. Plester mulut saat tidur
Plester mulut untuk tidur yaitu menempatkan selotip medis di bibir sebelum tidur, gunanya untuk bernapas melalui hidung saat kamu tidur sebentar.

Mengapa harus melakukan ini? Pernapasan hidung itu sendiri sebenarnya lebih sehat daripada pernapasan mulut, karena hidung menghangatkan dan melembabkan udara yang kamu hirup.

2. Skychology
Apa yang kita alami ketika kita melihat ke langit? Pengalaman manusia melihat ke langit, dan peran yang dimainkan langit dalam kesejahteraan kita, oleh karena itu terciptalah skychology.

Menatap langit bisa membuat persaan menenangkan, mengatur emosi, memandang ke langit berpotensi menjadi aktivitas kesehatan yang sangat efektif.

3. Olahraga snack
Apa yang harus kamu makan sebelum berolahraga? Kamu harus tahu karbohidrat, protein, dan lemak, dalam cemilan.

Olahraga snack adalah kamu bisa bereksperimen dengan makanan atau cemilan, sebelum dan selama olahraga untuk mempelajari mana yang paling cocok dengan kesehatan tubuhmu.

Misalanya pasta dengan saus tomat, bakso, kacang hijau, roti, susu rendah lemak, yogurt beku dengan stroberi, saus rendah lemak, dengan es krim rendah lemak.

4. Adaptogen
Adaptogen adalah komponen obat herbal yang konon dapat membantu tubuh mengatasi pengaruh stresor fisik, kimia, atau biologis. Adaptogen juga dikatakan memiliki sifat anti penuaan.

Meningkatkan daya tahan dalam situasi yang disebabkan oleh kelelahan, turunkan gangguan dan yang disebabkan stres, menyeimbangkan kadar hormone.

Melawan gejala yang disebabkan oleh peningkatan kadar kortisol, seperti kecemasan, depresi, kelelahan, tekanan darah tinggi, resistensi insulin, dan obesitas.

Article by