in

Penyebab Trauma Bisa Bertahan Lama

Ilustrasi. Pexel.

Trauma adalah respon emosional akibat suatu peristiwa buruk yang menyebabkan tekanan mental dan fisik. Sama seperti luka fisik yang membutuhkan waktu untuk sembuh, pemulihan dari trauma juga membutuhkan waktu dan juga perawatan.

Pikiran kita layaknya spons yang dapat menyerap semua kejadian dan menyimpannya sebagai memori, baik itu peristiwa baik maupun yang buruk. Hal inilah yang menyebabkan trauma emosional dapat melekat lama, meski peristiwa traumatis tersebut telah lama berlalu.

Penting untuk diingat bahwa mengabaikan atau menghindari gejala trauma bukanlah hal baik. Pada kenyataannya, menghindari trauma justru dapat memperburuk keadaan.

Trauma disebabkan oleh pengalaman yang menyakitkan secara emosional, misalnya seperti kecelakaan fisik hingga pelecehan. Secara umum trauma memengaruhi dua bagian otak, yakni sebagai berikut.

Amigdala

Amigdala adalah semacam pusat perlindungan kita, dan berusaha mencegah hal-hal buruk terjadi pada kita, ini adalah pusat emosi otak kamu bertanggung jawab atas cara kamu bereaksi terhadap yang baik dan yang buruk.

Saat trauma terjadi, amigdala mulai melakukan tugasnya. Jadi yang bisa terjadi adalah bagian otak ini menjadi terlalu terangsang dan lebih waspada terhadap bahaya.

Hipokampus

Bagian otak kamu akan menyimpan ingatan juga, tentu saja terkait dengan trauma. Hal ini karena otak kamu mengingat bagaimana perasaanmu saat peristiwa traumatis itu terjadi.

Ketika hipokampus kamu dipengaruhi oleh trauma, otak kamu mulai bergumul antara masa lalu atau masa kini, artinya ingatan akan peristiwa traumatis, mulai terasa seperti terjadi pada saat ini.

Inilah sebabnya mengapa pengalaman tertentu atau pemicu, dapat memicu ingatan traumatis dan menempatkan kamu dalam mode melawan atau lari, meskipun pada kenyataannya tidak ada bahaya yang terjadi.