in

Kea: Burung Unik dari Selandia Baru

Burung kea. Foto: Pixabay

Pernah mendengar nama burung kea? Burung ini merupakan jenis burung parrot karena memiliki paruh yang bengkok. Burung ini hanya bisa ditemukan di Selandia Baru. Burung dengan nama latin Nostur notabilis memiliki banyak keunikan.

Burung endemik di sekitar pegunungan Alpen Selatan ini merupakan spesies burung yang memiliki ukuran tubuh besar. Panjang tubuhnya bisa mencapai 48 cm. Burung kea termasuk burung omnivora atau binatang pemakan segalanya.

Burung kea memiliki paruh yang bengkok. Paruh ini biasa digunakan untuk mencabik-cabik daging mangsa atau memecah biji-bijian. Burung kea memiliki bulu berwarna hijau zaitun. Bersifat kanibal dengan memangsa burung lain.

Burung kea dikenal oleh wisatawan di sekolah pegunungan Alpen sebagai burung yang sering iseng. Burung ini bisa mencuri barang-barang bawaan pelancong yang berkunjung di sekitar habitatnya. Karakter unik ini menjadi salah satu ciri khas burung kea.

Bahkan, di awal-awal keberadaannya, burung kea sering diburu untuk dibunuh. Pasalnya, burung ini bisa merusak tanaman petani. Bahkan tak jarang binatang ternak masyarakat menjadi mangsanya. Yang lebih ekstreem burung kea bisa memangsa domba peliharaan.

Karena sering diburu dan dibunuh, populasi burung kea di Selandia Baru sudah mulai berkurang, bahkan langka. Untuk menjaganya agar tidak punah, burung kea menjadi salah satu satwa yang dilindungi oleh negara.

Karena tingkah lakunya yang sering iseng, bisa mengundang gelak tawa bagi orang yang melihatnya. Burung kea dijuluki the clown of the mountains atau si badut gunung karena tingkah lakunya itu.

Badut gunung ini juga memiliki kecerdasan yang di atas rata-rata. Selain itu, rasa ingin tahu burung kea cukup tinggi. Burung badut gunung ini bahkan bisa merusak apa saja yang baru baginya karena tingginya rasa ingin tahu burung unik Selandia Baru ini.