Menanti kelahiran sang buah hati menjadi dambaan setiap orang tua. Bagi ibu hamil, tantangan dan perjuangan selama kehamilan sangatlah tidak mudah. Mulai dari harus mengatur pola makan yang sehat, berolahraga khusus ibu hamil, sampai rutin ke rumah sakit.
Tak hanya itu, ibu hamil juga harus memenuhi kebutuhan gizi bayi dan dirinya sendiri, salah satunya memastikan tercukupinya kadar zat besi tubuh.
Cara untuk mengetahui kadar zat besi pada ibu hamil adalah dengan melakukan tes ferritin. Tes ferritin dilakukan dengan mengambil sampel darah pada ibu hamil, sama seperti tes darah pada umumnya.
Menurut dr. Firman Santoso Sp.OG (RS Brawijaya Jakarta) zat besi pada ibu hamil merupakan sebuah energi yang penting pada masa kehamilan dan saat melahirkan. Karena kekurangan zat besi pada ibu hamil bisa menyebabkan terjadinya anemia.
Jika kadar zat besi ibu hamil tidak tercukupi, dikhawatirkan saat proses melahirkan akan terjadi pendarahan yang bisa menyebabkan kemungkinan-kemungkinan buruk bagi ibu dan bayi.
Umumnya, hasil dari tes ferritin menunjukkan angka tertentu. Biasanya dokter kandungan memiliki batas normal terkait hasil tes ferritin. Hasil tes ferritin di bawah 20 biasanya dianggap tidak normal dan harus dilakukan penanganan lanjutan.
Dokter kandungan akan memberikan vitamin penambah zat besi atau melakukan infus zat besi. Setelah pemberian vitamin zat besi, dokter kandungan akan meminta pasien untuk melakukan tes ferritin kembali.
