Inti Bumi selalu bergerak dengan ritme dan kecepatan tertentu. Namun sebuah studi baru-baru ini mengungkap bahwa inti Bumi telah berhenti berputar dan dimungkinkan mengubah arah gerakannya.
Sebenarnya temuan studi ini bukan suatu hal yang mengejutkan. Sebab sejak tahun 1990-an ilmuwan telah memperhatikan adanya perubahan aktivitas yang tidak biasa dari inti Bumi.
Studi yang dipublikasikan di Nature Geoscience oleh ilmuwan dari Peking University, Yi Yang dan Xiaodong Song, baru-baru ini mengatakan bahwa rotasi inti planet Bumi telah berhenti. Hal ini diketahui setelah ahli geosains menganalisis pola gerakannya.
Dilansir dari laman Dazed Digital, Yang dan Song menyimpulkan bahwa berhentinya inti Bumi hingga potensi perubahan arah putaran, bisa jadi disebabkan oleh ketidakseimbangan elektromagnetik dan gaya gravitasi.
Mereka juga menekankan bahwa hal serupa pernah terjadi pada awal 1970-an, di mana hal ini diasumsikan sebagai siklus yang merupakan fenomena wajar. Selain itu, pada tahun 2009 rotasi inti Bumi juga sempat tiba-tiba berhenti bergerak dan kemudian bergerak ke arah yang berlawanan.
Lalu apa sebenarnya dampak dari perubahan arah inti Bumi ini?
Dikutip dari laman World is One News (Wionews) hal ini akan berhubungan dengan durasi satu hari, rotasi bumi, temperatur global, dan osilasi air laut. Namun, ilmuwan menyatakan perlunya penelitian lanjutan untuk melihat apakah perubahan gerakan inti Bumi berdampak signifikan pada kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya di kerak Bumi.
