Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Scientific Reports mengkategorikan perilaku interaksi kucing untuk membantu para pemilik membedakan apakah interaksi yang dilakukan kucing adalah permainan atau perkelahian.
Para ahli juga mengatakan sangat mungkin kucing terlibat dalam interaksi campuran yaitu perilaku yang awalnya hanya bermain-main lalu dengan mudah menjadi agresif dan perkelahian besar-besaran.
Untuk menelaah perbedaannya, penelitian dilakukan oleh para ilmuwan dengan cara mengkategorikan perilaku hewan ini menjadi 6 kategori yang termasuk di dalamnya adalah gulat, kejar-kejaran, dan vokalisasi.
Kemudian peneliti akan menggolongkan enam kategori perilaku tersebut ke dalam tiga bentuk interaksi kucing. Yaitu Interaksi menyenangkan, interaksi antagonis atau agresif, dan interaksi menengah (campuran perilaku).
Ketika membandingkan enam kategori perilaku kucing dan menggolongkannya menjadi tiga kelompok, peneliti menemukan bahwa periku gulat antara kucing cenderung berkaitan erat dengan sekedar permainan. Sementara vokalisasi dan kejar-kejaran disebut sebagai perilaku menengah atau perantara atau campuran.
Kemudian kombinasi perilaku main-main dan agresif ini bisa menuju pada ketidaksepakatan jangka pendek yang akhirnya justru memicu adanya pertengkaran pada kucing.
Lalu, apa kegunaan dari mengidentifikasi perilaku ini? Sebagai pemilik, mengelola hubungan kucing dengan identifikasi perilaku dapat menghindari ekskalasi konflik yang terjadi.
