in

Benarkah BBQ Bakal Sebabkan Kanker?

Dampak kesehatan saat mengkonsumsi makanan yang diolah dengan teknik BBQ.

Penggemar makanan yang diolah dengan cara dibakar atau barbeque (BBQ) perlu berpikir ulang. Pasalnya, ternyata BBQ secara kesehatan tak semenyenangkan rasanya. Lalu, apa yang menyebabkan makanan yang diolah dengan cara dibakar tidak menyehatkan?

Dikutip dari laman Science Focus, daging mengandung kreatine, sebuah asam organik yang membantu memasok energi yang digunakan oleh sel otot.

Ketika Anda memasak daging, akan terjadi sebuah reaksi kimia yang mengubah kreatine menjadi senyawa yang disebut sebagai amina heterosiklik atau HCA. Kabar buruknya, ada beberapa bukti yang menyebut bahwa senyawa ini, dalam konsentrasi yang tinggi, mampu menyebabkan kanker.

Nah, memanggang dan menggoreng akan menghasilkan beberapa HCA. Tetapi, BBQ bisa meningkatkan tingkat HCA menjadi lebih tinggi lagi. Sebab, BBQ cenderung akan dilakukan dalam waktu yang lebih lama demi memastikan daging matang sempurna. Sehingga kita cenderung memasaknya dalam waktu yang lama atau muncul area-area yang sedikit hangus.

Selain soal pemasakan, BBQ juga memanaskan daging dari bawah. Dimana, lemak akan menetes ke bara api, lalu terbakar dan asap akan menuju ke atas dan mengenai daging.

Asap ini dinilai akan mengandung banyak hidrokarbon aromatic polisiklik (PAH) yang dihasilkan oleh lemak terbakar. PAH adalah kelompok bahan kimia yang dinilai memyebabkan kanker. Namun, penelitian yang menghubungkan PAH dan HCA dengan kanker dilakukan di laboratorium dengan dosis sangat tinggi. Sedangkan, kebanyakan dari kita mungkin tidak setiap saat makan BBQ,

Namun, jika Anda tetap khawatir, menurut Harvard Health Letter, Anda bisa mengurangi tingkat karsinogen BBQ hingga 90 persen. Caranya Anda perlu lebih dahulu memasak daging dengan microwave sebelum memanggangnya di atas panggangan.