in

Alasan Sangkar Burung Ditutup di Malam Hari

Ilustrasi sangkar burung. Foto: Pixabay

Pencinta burung peliharaan tentu biasa mendengar pertanyaan apakah sangkar burung wajib ditutupi kain atau dikerodong pada malam hari? Pertanyaan ini akan muncul disertai jawaban-jawaban yang memang masuk diakal.

Burung peliharaan umumnya tidak nokturnal sehingga lebih memilih beristirahat pada malam hari. Berbeda dengan burung hantu yang aktif pada malam hari sehingga jarang ada yang ingin menjadikannya burung peliharaan.

Di alam liar, burung nokturnal akan mencari tempat yang aman untuk beristirahat. Biasanya burung-burung tersebut mencari tempat yang kurang cahaya agar dapat tidur dengan pulas tanpa gangguan cahaya. Banyak burung menggunakan rongga pohon untuk berlindung.

Ada juga beberapa jenis burung yang membangun sarang dengan mempertimbangkan cahaya tidak banyak masuk pada malam hari selain terlindung dari hujan dan panas saat siang hari. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa burung peliharaan tidak butuh cahaya saat malam.

Hal inilah yang menjadi alasan sangkar burung harus ditutup kain pada malam hari atau dikerodong. Kain berfungsi untuk menghalangi cahaya agar tidak menggangu sehingga burung dapat beristirahat sebagaimana di habitat aslinya.

Akan tetapi, sangkar burung tidak perlu ditutup dengan kain jika tempatnya memang sudah gelap. Misalnya, sangkar burung tergantung di teras rumah yang memang tidak terkena sinar lampu jalan maupun cahaya dari rumah, itu tidak perlu dikerodong.

Kesimpulannya, menutup sangkar burung pada malam hari dengan kain disesuaikan dengan ada tidaknya cahaya yang bisa mengganggu burung. Jika tidak ada cahaya, tidak perlu melakukan kerodong sangkar.