in

Tradisi Unik Lebaran di Turki, Tidak Ada Kumandang Takbir

Setiap negara memiliki keunikannya tersendiri dalam melaksanakan tradisi Lebaran. Seperti masyarakat Turki, negara berpenduduk mayoritas Islam ini ternyata memiliki beberapa tradisi yang jarang diketahui orang.

Idul Fitri di Turki dikenal dengan sebutan Ramazan Bayram (Perayaan atau festival Ramadhan). Hari Raya juga merupakan hari libur nasional yang sangat dicintai oleh masyarakat Turki.

Pasalnya, jalan-jalan bebas hambatan dibebaskan dari bea dan kendaraan umum di Istanbul memberikan diskon 50% bagi para penumpangnya.

Namun uniknya, berbeda dengan Indonesia, di Turki tidak ada kumandang takbir. Bila di Indonesia semarak akan kumandang takbir terdengar di setiap mushala atau masjid, maka kumandang takbir tak akan terdengar di negara Turki.

Malam Lebaran di Turki sama halnya dengan malam-malam seperti hari biasanya, tak ada alunan takbir yang merdu di masjid-masjid.

Saat Lebaran, di Turki juga identik dengan kegiatan ziarah. Masyarakat Turki juga punya tradisi berziarah ke makam keluarga saat Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini merupakan tradisi wajib dan biasanya dilakukan sepulangnya mereka dari salat Idul Fitri di masjid.

Selain ziarah, terdapat festival gula yang banyak dinantikan masyarakat. Turki menggelar festival gula atau seker bayrami di mana setiap rumah di Turki selalu menyediakan camilan manis seperti permen dan coklat untuk dibagikan saat Idul Fitri tiba.

Sementara, anak-anak di Turki akan berkeliling ke rumah-rumah tetangga untuk mengucapkan selamat Idul Fitri sambil membawa kantong. Kantong tersebut nantinya akan diisi permen atau jajanan manis lainnya oleh sang pemilik rumah yang didatanginya. Seker Bayrami ini juga dilakukan dengan memberikan makanan khas Turki berupa roti bernama baklava kepada keluarga, teman, maupun tetangga.