in

Mengenal Spek dan Keunggulan Mobil Tenaga Surya Lightyear Zero

Lightyear Zero jadi mobil bertenagasurya pertama yang diproduksi secara massal (Foto: Lightyear)
Lightyear Zero jadi mobil bertenagasurya pertama yang diproduksi secara massal (Foto: Lightyear)

Mobil tenaga surya pertama yang diproduksi secara masal, Lightyear Zero, telah berhenti diproduksi pada tahun 2023 ini. Namun jangan sedih, perusahaan manufaktur asal Jerman, Lightyear tengah bersiap untuk merilis Lightyear Two yang juga menggunakan tenaga surya yang dibanderol dengan harga lebih murah.

Prototipe pertama dari mobil ini, Lightyear One, pertama kali diperkenalkan kepada publik pada 2016 lalu.

Bagian atap mobil ini sekaligus berfungsi sebagai panel solar untuk menampung cahaya matahari yang bisa memacu mobil hingga jarak 20 km berkendara per jam pada hari yang cerah. Baterai mobil ini juga bisa diisi ulang dalam perjalanan.

Lightyear Zero jadi mobil bertenagasurya pertama yang diproduksi secara massal (Foto: Lightyear)
Lightyear Zero jadi mobil bertenagasurya pertama yang diproduksi secara massal (Foto: Lightyear)

Melalui laman resminya, Lightyear mengklaim bahwa produk mobil mereka bisa digunakan selama berbulan-bulan tanpa perlu pengisian daya.

Untuk diketahui, meski menggunakan energi surya, mobil ini tetap mengandalkan baterai. Daya baterai Lightyear Zero sendiri hanya 60 kWh dan lebih kecil dari Tesla Model 3. Namun, pihak manufaktur asal Jerman itu menyebut bahwa energi solar mampu membuat mobil tetap melaju hingga 725 km.

Lightyear Zero memiliki batas kecepatan maksimal 160km/jam, dengan tempat duduk yang muat menampung 5 orang. Selain itu, material yang digunakan untuk mobil juga dibuat dari bahan alami untuk mengoptimalkan sustainability.

Lightyear Zero jadi mobil bertenagasurya pertama yang diproduksi secara massal (Foto: Lightyear)
Lightyear Zero jadi mobil bertenagasurya pertama yang diproduksi secara massal (Foto: Lightyear)

Dengan pengisian daya satu malam, mobil ini siap menempuh jarak 300 km.  Kemampuan mobil untuk menempuh jarak yang relatif jauh dengan pengisian daya yang cepat konon dipengaruhi juga oleh desain aerodinamis badan mobil yang dianggap lebih efisien dibanding dengan mobil lainnya.

Mobil ini rencananya akan diperjualbelikan di Eropa, juga dengan peluncuran tipe mobil lainnya yang lebih ekonomis.

Varian Lightyear Two sendiri digadang-gadang bakal dijual seharga 30 ribu euro atau sekitar Rp486 juta di Eropa pada 2024 atau 2025.