in

5 Mitos Tanaman Hias Tak Sepenuhnya Benar

Tanaman aglonema. Foto: Shutterstock

Dengan kemajuan teknologi, sangat mudah menemukan informasi terkait bercocok tanam di internet. Terdapat berbagai tips dan trik dalam perawatan tanaman yang bisa ditemukan.

Namun seringkali tips dan panduan yang ada tidak sepenuhnya benar alias tak melalui suatu pembuktian. Hal itu sesuai dengan yang dikatakan ahli perawatan tanaman hias dan pendiri Black Planters, Ashley Nussman-Berry yang dikutip dari The Spruce.

Berikut lima mitos tentang tanaman yang tak perlu diyakini.

Sukulen tidak mudah mati

Tanam sukulen memang terkenal mudah dirawat, tapi bukan tidak mungkin untuk mati. Sebab banyak orang yang tak sadar membunuh sukulen, karena mereka menyiramnya secara berlebihan atau tidak memberikan pencahayaan cukup.

Pot lebih besar jadi lebih baik

Banyak orang percaya bahwa pot yang lebih besar berarti lebih banyak ruang bagi tanaman hias untuk tumbuh di dalamnya. Nyatanya hal tersebut justru membuat orang akan cenderung menyiram tanaman secara berlebihan yang akhirnya mengakibatkan pembusukan akar.

Letakkan nampan kerikil di bawah pot 

Beberapa orang yang mengatakan bahwa meletakkan nampan berisi kerikil di bawah pot tanaman hias untuk dapat memberikan kelembapan. Padahal, hanya sedikit kelembapan yang diciptakan nampan tersebut pada tanaman.

Harus memiliki tanaman hias di seluruh ruangan

Anggapan bahwa tiap ruangan membutuhkan tanaman hijau tenyata hanya mitos yang tidak perlu dipercaya. Nussman-Berry menilai hal tersebut justru menjadi alasan utama tanaman mati karena penempatan tanaman kurang tepat, misalnya karena kurangnya pencahayaan.

Tidak bisa menggunakan tanah kembali

Banyak yang percaya bahwa tanah tidak bisa digunakan kembali untuk kedua kalinya. Terkait hal itu, memang tanah kehilangan beberapa nutrisi setiap kali menggunakannya kembali, tapi ini seharusnya tidak menjadi masalah jika tanah tersebut bisa menyuburkan tanaman.